Kisah Tarpan Suparman, Penarik Becak yang Sukses Jadi Dekan UBP Karawang
Kamis, 09 Juni 2022 - 01:28 WIB
loading...
A
A
A
Namun, setelah 1 tahun 5 bulan menjadi penarik becak, Tarpan kembali menganggur karena becak yang menjadi batangannya itu dijual oleh pemiliknya. Pemilik menjual semua becaknya, karena alasan hendak membangun rumah.
"Waktu itu sedih juga, karena jadi penganggur lagi. Cari kerja susah, saya sempat putus asa dan ingin pulang ke kampung," ungkapnya.
Namun setelah lepas jadi penarik becak, justru jalan hidup Tarpan mulai bersinar. Saat sudah menganggur, tiba-tiba dia ditawari kerja oleh kawannya sebagai tata usaha di Universitas Singaperbangsa (Unsika) Karawang.
Baca: Dosen Cabul Unsri Dituntut 6 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Terdakwa Nliai Terlalu Berat
Meski baru menjadi karyawan magang, namun dia gembira bukan kepalang. "Waktu pertama kerja sistem gajinya tidak menentu. Tapi saya tetap semangat bekerja," bebernya.
Setelah kerja sebagai tata usaha di Universitas Singaperbangsa, Tarpan minta izin pimpinan untuk kuliah. Ternyata pimpinan setuju dan berharap Tarpan serius menekuni dunia pendidikan.
Setelah kuliah dan berhasil menjadi sarjana, karier Tarpan semakin moncer. Mulanya dia diminta membantu dosen yang berhalangan.
Kemudian kariernya naik saat pindah ke kampus UBP diangkat menjadi dosen, dan kemudian dipercaya menjadi Dekan Fakultas Keguruan dan Pendikan di UBP Karawang hingga sekarang.
Nilakusuma
"Waktu itu sedih juga, karena jadi penganggur lagi. Cari kerja susah, saya sempat putus asa dan ingin pulang ke kampung," ungkapnya.
Namun setelah lepas jadi penarik becak, justru jalan hidup Tarpan mulai bersinar. Saat sudah menganggur, tiba-tiba dia ditawari kerja oleh kawannya sebagai tata usaha di Universitas Singaperbangsa (Unsika) Karawang.
Baca: Dosen Cabul Unsri Dituntut 6 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Terdakwa Nliai Terlalu Berat
Meski baru menjadi karyawan magang, namun dia gembira bukan kepalang. "Waktu pertama kerja sistem gajinya tidak menentu. Tapi saya tetap semangat bekerja," bebernya.
Setelah kerja sebagai tata usaha di Universitas Singaperbangsa, Tarpan minta izin pimpinan untuk kuliah. Ternyata pimpinan setuju dan berharap Tarpan serius menekuni dunia pendidikan.
Setelah kuliah dan berhasil menjadi sarjana, karier Tarpan semakin moncer. Mulanya dia diminta membantu dosen yang berhalangan.
Kemudian kariernya naik saat pindah ke kampus UBP diangkat menjadi dosen, dan kemudian dipercaya menjadi Dekan Fakultas Keguruan dan Pendikan di UBP Karawang hingga sekarang.
Nilakusuma
(san)
Lihat Juga :