Tak Disiplin, Warga 2 RT di Kota Malang Positif COVID-19
Selasa, 23 Juni 2020 - 20:19 WIB
loading...
A
A
A
"Sementara untuk kontak erat dari pasien positif COVID-19 yang hasil penelusurannya berpotensi mengarah positif, akan disediakan ruang karantina di gedung Balai Diklat Provinsi Jatim di Jalan Kawi," ungkapnya.
(Baca juga: Tangkap Tersangka Penggelapan Mobil, Polisi Temukan 1 Kg Sabu )
Lebih lanjut dia mengatakan, isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 tetap menjadi prioritas, tujuannya membantu mempercepat penyembuhan secara psikologis. Tetapi dengan catatan, pasien positif COVID-19 yang isolasi mandiri di rumah tidak memiliki riwayat klinis yang menyertainya, dan kondisi rumahnya memang memadai untuk isolasi mandiri.
Faktor psikologis pasien, disebutnya menjadi salah satu faktor penting dalam penyembuhan pasien COVID-19, karena bisa membantu untuk menguatkan daya tahan tubuh pasien. "Pada kasus isolasi mandiri yang dilakukan tenaga kesehatan, semuanya berhasil sembuh. Isolasi mandiri juga bisa mereduksi tingkat singgungan pasien di rumah sakit," ungkapnya.
Selama pandemi COVID-19, faktor solidaritas warga juga menjadi modal kuat di Kota Malang, untuk menghadapi penyebaran penyakit akibat virus Corona yang hingga kini belum ada obatnya tersebut.
Solidaritas itu ditunjukkan warga dengan penyediaan bahan makan bagi keluarga yang menjalani isolasi mandiri, dengan menerapkan protokol kesehatan, serta penyemprotan disinfektan yang dilakukan berbagai elemen masyarakat.
Kekuatan solidaritas di masyarakat ini, juga mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Malang, Sutiaji. "Isolasi mandiri yang didukung solidaritas masyarakat, serta kesiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan yang terus dibangun, bakan bisa menekan penyebaran COVID-19," tegasnya.
(Baca juga: Tangkap Tersangka Penggelapan Mobil, Polisi Temukan 1 Kg Sabu )
Lebih lanjut dia mengatakan, isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 tetap menjadi prioritas, tujuannya membantu mempercepat penyembuhan secara psikologis. Tetapi dengan catatan, pasien positif COVID-19 yang isolasi mandiri di rumah tidak memiliki riwayat klinis yang menyertainya, dan kondisi rumahnya memang memadai untuk isolasi mandiri.
Faktor psikologis pasien, disebutnya menjadi salah satu faktor penting dalam penyembuhan pasien COVID-19, karena bisa membantu untuk menguatkan daya tahan tubuh pasien. "Pada kasus isolasi mandiri yang dilakukan tenaga kesehatan, semuanya berhasil sembuh. Isolasi mandiri juga bisa mereduksi tingkat singgungan pasien di rumah sakit," ungkapnya.
Selama pandemi COVID-19, faktor solidaritas warga juga menjadi modal kuat di Kota Malang, untuk menghadapi penyebaran penyakit akibat virus Corona yang hingga kini belum ada obatnya tersebut.
Solidaritas itu ditunjukkan warga dengan penyediaan bahan makan bagi keluarga yang menjalani isolasi mandiri, dengan menerapkan protokol kesehatan, serta penyemprotan disinfektan yang dilakukan berbagai elemen masyarakat.
Kekuatan solidaritas di masyarakat ini, juga mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Malang, Sutiaji. "Isolasi mandiri yang didukung solidaritas masyarakat, serta kesiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan yang terus dibangun, bakan bisa menekan penyebaran COVID-19," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :