Talk Show Budaya, Gusdurian Bone Hadirkan Putri Gusdur Inayah Wahid
Rabu, 08 Juni 2022 - 14:39 WIB
loading...
Suasana talk show yang digelar Gusdurian Bone di Aula Utama IAIN Bone, Selasa (8/6/2022). Foto: SINDOnews/Justang Muhammad
A
A
A
BONE - Forum Kajian Ilmiah (FKI) IAIN Bone bekerja sama Gusdurian Bone menggelar talk show budaya bertema "Polemik Bissu antara fungsi dan instrumen adat", Selasa (7/6/2022). Talk show itu dilaksanakan di Aula Utama IAIN Bone.
Gelar wicara tersebut menghadirkan putri mantan Presiden Indonesia keempat, Abdurahman Wahid atau yang lebih dikenal Gusdur, Inayah Wulandari Wahid sebagai narasumber.
Baca juga:Bissu Tanre Pangkep Meninggal, Pemerintah Diminta Beri Perhatian
Penyelenggara kegiatan juga menghadirkan Dr Rahmatun Nair selaku Pembina Gusdurian Bone, Subarman Salim selaku Pengurus ISNU Bone, Feby Triadi sebagai Peneliti Bissu dan Samsul Rijal selaku Matoa Bissu sebagai pembicara.
Putri bungsu Gusdur Inayah menyampaikan pentingnya memahami identitas diri karena identitas, merupakan sumber kekuatan.
"Sebagai bangsa Indonesia khususnya sebagai Gusdurian Bone, yang penting bagi kita itu adalah memahami identitas diri, tidak ada seorangpun yang bisa menghilangkan identitas diri orang lain, karena identitas diri itu melekat pada diri," kata Inayah.
"Jangan karena melihat kekuatan orang atau karena stigma orang lain, membuat kita membuang kekuatan diri kita," tuturnya.
Baca juga:Mengapa Gus Dur Dijuluki Bapak Pluralisme? Alasannya Bikin Salut se-Indonesia
Koordinator Penggerak Gusdurian Bone, Chaeril Aswad berharap talk show ini bisa memperkaya diskusi tentang Bissu. Bukan hanya dari sisi adat dan agama, tapi juga dari sisi kemanusiaan.
"Harapan saya melalui talk show ini yakni semoga kita memandang keberadaan Bissu bukan dari adat saja, atau dari sisi agama saja tapi lebih luas dari itu adalah sisi kemanusiaan yang mempererat persaudaraan kita semua," harapnya.
"Dan semoga tidak ada tumpang tindih mengenai keberadaan bissu di tengah masyarakat Kabupaten Bone, serta Bissu sebagai saksi sejarah kerajaan Bone bisa lebih dihargai keberadaannya," tambahnya.
Sementara Paramita yang juga Sekretaris Umum FKI UA IAIN Bone menjelaskan, kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan terkait ciri khas kedaerahan.
Baca juga:Canda Yenny Wahid Sering Dikira Anak Pertama Gus Dur
"Tema yang menyentuh perihal ada istiadat dan ciri khas daerah membuat tantangan terbesar bagi para generasi milenial agar mampu menyeimbangkan kemajuaan zaman dengan adat istiadat yang menjadi ciri khas daerahnya," jelasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembacaan puisi oleh Inayah Wahid yang berjudul "Karena Ayahku,". Puisi ini ditulis sendiri oleh Inayah untuk ayahandanya tiga bulan sebelum wafat.
Gelar wicara tersebut menghadirkan putri mantan Presiden Indonesia keempat, Abdurahman Wahid atau yang lebih dikenal Gusdur, Inayah Wulandari Wahid sebagai narasumber.
Baca juga:Bissu Tanre Pangkep Meninggal, Pemerintah Diminta Beri Perhatian
Penyelenggara kegiatan juga menghadirkan Dr Rahmatun Nair selaku Pembina Gusdurian Bone, Subarman Salim selaku Pengurus ISNU Bone, Feby Triadi sebagai Peneliti Bissu dan Samsul Rijal selaku Matoa Bissu sebagai pembicara.
Putri bungsu Gusdur Inayah menyampaikan pentingnya memahami identitas diri karena identitas, merupakan sumber kekuatan.
"Sebagai bangsa Indonesia khususnya sebagai Gusdurian Bone, yang penting bagi kita itu adalah memahami identitas diri, tidak ada seorangpun yang bisa menghilangkan identitas diri orang lain, karena identitas diri itu melekat pada diri," kata Inayah.
"Jangan karena melihat kekuatan orang atau karena stigma orang lain, membuat kita membuang kekuatan diri kita," tuturnya.
Baca juga:Mengapa Gus Dur Dijuluki Bapak Pluralisme? Alasannya Bikin Salut se-Indonesia
Koordinator Penggerak Gusdurian Bone, Chaeril Aswad berharap talk show ini bisa memperkaya diskusi tentang Bissu. Bukan hanya dari sisi adat dan agama, tapi juga dari sisi kemanusiaan.
"Harapan saya melalui talk show ini yakni semoga kita memandang keberadaan Bissu bukan dari adat saja, atau dari sisi agama saja tapi lebih luas dari itu adalah sisi kemanusiaan yang mempererat persaudaraan kita semua," harapnya.
"Dan semoga tidak ada tumpang tindih mengenai keberadaan bissu di tengah masyarakat Kabupaten Bone, serta Bissu sebagai saksi sejarah kerajaan Bone bisa lebih dihargai keberadaannya," tambahnya.
Sementara Paramita yang juga Sekretaris Umum FKI UA IAIN Bone menjelaskan, kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan terkait ciri khas kedaerahan.
Baca juga:Canda Yenny Wahid Sering Dikira Anak Pertama Gus Dur
"Tema yang menyentuh perihal ada istiadat dan ciri khas daerah membuat tantangan terbesar bagi para generasi milenial agar mampu menyeimbangkan kemajuaan zaman dengan adat istiadat yang menjadi ciri khas daerahnya," jelasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembacaan puisi oleh Inayah Wahid yang berjudul "Karena Ayahku,". Puisi ini ditulis sendiri oleh Inayah untuk ayahandanya tiga bulan sebelum wafat.
(luq)
Lihat Juga :