Dokter di Pangkalan Bun Dikuras Uangnya di Rekening Rp270 Juta Lewat Kejahatan Siber
Rabu, 08 Juni 2022 - 05:54 WIB
loading...
Seorang dokter di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng menjadi korban kejahatan siber yang membuat uang ratusan juta melayang dalam sekejap. (Ist)
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Seorang dokter di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng menjadi korban cyber crime atau kejahatan siber yang membuat uang ratusan juta melayang dalam sekejap. Korban adalah dokter Binsar Parhusip yang bertugas di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Kronologis kejadian saat dirinya mendapatkan telpon dari seseorang yang tak dikenal pada Senin 6 Juni 2022 sekitar pukul 18.30 WIB.
“Awalnya saya mendapat telepon dari seseorang yang tidak saya kenal dengan nomor +1 (626)988-1396 mengaku dari salah satu bank milik BUMN pusat menawarkan perubahan biaya transaksi transfer dari Rp6.500 per transaksi menjadi Rp150 per bulan dan saya bilang tidak mau per bulan tapi tetap saja ngejar terus,” ujar dr Binsar bercerita melalui pesan singkat WA, Selasa 7 Juni 2022 malam.
Ia melanjutkan, penelpon tersebut terus memaksa dirinya menawarkan biaya transaksi transfer tersebut. “Setelah telpon tidak saya gubris selanjutnya pelaku kirim pesan via WA dan mengirimkan sebuah link. Dari link itulah saya buka dan saya tersadar data saya sudah dicuri.”
Tak berapa lama, lanjut dia, beberapa menit kemudian karena saat itu sedang sibuk bertugas di rumah sakit muncul notifikasi transaksi di SMS banking dari bank tersebut.
Kronologis kejadian saat dirinya mendapatkan telpon dari seseorang yang tak dikenal pada Senin 6 Juni 2022 sekitar pukul 18.30 WIB.
“Awalnya saya mendapat telepon dari seseorang yang tidak saya kenal dengan nomor +1 (626)988-1396 mengaku dari salah satu bank milik BUMN pusat menawarkan perubahan biaya transaksi transfer dari Rp6.500 per transaksi menjadi Rp150 per bulan dan saya bilang tidak mau per bulan tapi tetap saja ngejar terus,” ujar dr Binsar bercerita melalui pesan singkat WA, Selasa 7 Juni 2022 malam.
Ia melanjutkan, penelpon tersebut terus memaksa dirinya menawarkan biaya transaksi transfer tersebut. “Setelah telpon tidak saya gubris selanjutnya pelaku kirim pesan via WA dan mengirimkan sebuah link. Dari link itulah saya buka dan saya tersadar data saya sudah dicuri.”
Tak berapa lama, lanjut dia, beberapa menit kemudian karena saat itu sedang sibuk bertugas di rumah sakit muncul notifikasi transaksi di SMS banking dari bank tersebut.
Lihat Juga :