Memprihatinkan! Siswa SMAN 23 Makassar Belajar di Gedung Tidak Layak Pakai
Selasa, 07 Juni 2022 - 21:48 WIB
loading...
A
A
A
"Rasa nyaman dan tidaknya. Kalau tidaknya itu kita sudah dua kali pindah-pindah gedung sekolah mulai dari gedung Disdik sampai ke sini. Terus bangunan (sekolah) di sini itu bukan milik sekolah (SMA 23). Tapi masih numpang," ucapnya.
"Awalnya itu kami belajar di lantai 3 cuman di lantai 3 atapnya ambruk jadi kita dipindahkan ke lantai 2 supaya tidak ada korban," tambahnya.
Salfadilla merasa sedikit nyaman di ruang kelasnya yang sudah menggunakan AC hanya saja di beberapa ruang kelas lain belum ada alat pendinginnya.
"Terus juga masalah lain nasib siswa yang baru. Di mana mau ditempatkan, kami saja yang ada sekarang masih pinjam gedung. Jadi kami tidak tahu adik kelas kami, kelasnya di mana nanti," keluhnya.
Baca Juga: Seluruh Sekolah di Sulsel Diminta Mulai Persiapkan Protokol Kesehatan
Ia pun berharap, pemerintah memperhatikan sekolahnya dalam waktu dekat. "Semoga Pak Gubernur juga segera membantu atau merespon kami bahwa SMA 23 itu ada dan kami butuh gedung sendiri (permanen)," harapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad, yang dikonfirmasi perihal tersebut belum memberi respon meskipun telah dihubungi berulangkali.
"Awalnya itu kami belajar di lantai 3 cuman di lantai 3 atapnya ambruk jadi kita dipindahkan ke lantai 2 supaya tidak ada korban," tambahnya.
Salfadilla merasa sedikit nyaman di ruang kelasnya yang sudah menggunakan AC hanya saja di beberapa ruang kelas lain belum ada alat pendinginnya.
"Terus juga masalah lain nasib siswa yang baru. Di mana mau ditempatkan, kami saja yang ada sekarang masih pinjam gedung. Jadi kami tidak tahu adik kelas kami, kelasnya di mana nanti," keluhnya.
Baca Juga: Seluruh Sekolah di Sulsel Diminta Mulai Persiapkan Protokol Kesehatan
Ia pun berharap, pemerintah memperhatikan sekolahnya dalam waktu dekat. "Semoga Pak Gubernur juga segera membantu atau merespon kami bahwa SMA 23 itu ada dan kami butuh gedung sendiri (permanen)," harapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad, yang dikonfirmasi perihal tersebut belum memberi respon meskipun telah dihubungi berulangkali.
(tri)
Lihat Juga :