Kilas Balik - ACT, Menyapa Saudara di Perbatasan Indonesia hingga Berbagai Negara
Selasa, 23 Juni 2020 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya mendistribusikan hewan kurban, Global Qurban - ACT juga menggelar Syukuran Qurban diadakan bersama warga Desa Batu Majang Kecamatan Long Bangun dan Pengaman Perbatasan 303 RI-Malaysia.
Cerita lain hadir pula dari warga muslim Kamboja yang merasakan hangatnya silaturahmi muslim Indonesia melalui kurban. Pada Idul Sdha 2019 lalu, puluhan hewan kurban setara sapi disembelih dan diberikan ke masyarakat prasejahtera di tiga kota di Kamboja.
Salah satu wilayah yang menerima daging kurban tersebut adalah Kampung Cham, yang dihuni komunitas muslim minoritas di Kamboja. Kebanyakan warganya bekerja sebagai petani serta nelayan. Muslim di Kampung Cham pun tak sedikit yang kondisi ekonominya masih prasejahtera.
Kegembiraan pun terpancar dari puluhan umat muslim lain di Gorkha, Nepal. Daging kurban yang datang dari saudara jauh seolah jadi pelipur lara. “Kami juga membutuhkan bantuan untuk masjid dan sekolah-sekolah yang kondisinya buruk,” lanjut Animta, salah seorang penerima manfaat.
Nijamudin (36) seorang guru di Nepal yang juga penerima manfaat mengutarakan harapan seperti Animta.
Sebagai guru, dia prihatin dengan keadaan sekolah di desanya. “Semoga kalian (dermawan Indonesia) dapat membantu sekolah-sekolah kami,” kata Nijamudin, tanpa lupa menyertakan sederet doa untuk para pekurban Indonesia.
Cerita lain hadir pula dari warga muslim Kamboja yang merasakan hangatnya silaturahmi muslim Indonesia melalui kurban. Pada Idul Sdha 2019 lalu, puluhan hewan kurban setara sapi disembelih dan diberikan ke masyarakat prasejahtera di tiga kota di Kamboja.
Salah satu wilayah yang menerima daging kurban tersebut adalah Kampung Cham, yang dihuni komunitas muslim minoritas di Kamboja. Kebanyakan warganya bekerja sebagai petani serta nelayan. Muslim di Kampung Cham pun tak sedikit yang kondisi ekonominya masih prasejahtera.
Kegembiraan pun terpancar dari puluhan umat muslim lain di Gorkha, Nepal. Daging kurban yang datang dari saudara jauh seolah jadi pelipur lara. “Kami juga membutuhkan bantuan untuk masjid dan sekolah-sekolah yang kondisinya buruk,” lanjut Animta, salah seorang penerima manfaat.
Nijamudin (36) seorang guru di Nepal yang juga penerima manfaat mengutarakan harapan seperti Animta.
Sebagai guru, dia prihatin dengan keadaan sekolah di desanya. “Semoga kalian (dermawan Indonesia) dapat membantu sekolah-sekolah kami,” kata Nijamudin, tanpa lupa menyertakan sederet doa untuk para pekurban Indonesia.
Lihat Juga :