Pandemi COVID-19 Sedot 76 Persen Anggaran Infrastruktur di Jabar
Selasa, 23 Juni 2020 - 19:18 WIB
loading...
Kepala Dinas Binamarga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, A Koswara. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Pandemi COVID-19 telah menghambat pembangunan infrastruktur di Provinsi Jawa Barat, akibat refocusing anggaran hingga mencapai lebih dari 76%.
Kepala Dinas Binamarga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, A Koswara, mengatakan, anggaran pembangunan infrastruktur yang berasal dari APBD murni tahun 2020 terkoreksi signifikan menyusul refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19. (Baca juga: Anggaran Covid-19 Terus Berubah, Bukti Pemerintah Tak Cermat )
"APBD murni yang dialokasikan untuk Dinas Bina Marga Rp1,55 triliun. Di pergeseran untuk belanja langsung tersisa 23,9%. Dari 1,55 triliun, jadi hanya Rp371 miliar," ungkap Koswara dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (23/6/2020).
Menurut Koswara, kondisi tersebut tentu berpengaruh langsung terhadap target-target pembangunan infrastruktur, seperti peningkatan dan pembangunan jalan yang telah ditetapkan sebelum terjadinya pandemi COVID-19.
Dia menjelaskan, program peningkatan jalan awalnya ditargetkan 68,59 kilometer. Namun, setelah refocusing anggaran, menjadi hanya 3,1 kilometer. Bahkan, pembangunan jalan baru menjadi nihil dari target semula sepanjang 2,55 kilometer.
Selanjutnya, pembangunan drainase yang ditargetkan sepanjang 25.600 meter tersisa hanya 2.600 meter dan perbaikan drainase yang ditargetkan 1.378,95 meter tersisa hanya 500 meter.
"Sementara rehabilitasi jalan tinggal 48 meter dari target 123,65 meter. Kemudian, penggantian jembatan menjadi tidak ada serta pembangunan jabatan yang asalnya tiga jembatan full, sekarang tinggal dua jembatan full dan satu jembatan bertahap," kata dia.
Kepala Dinas Binamarga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, A Koswara, mengatakan, anggaran pembangunan infrastruktur yang berasal dari APBD murni tahun 2020 terkoreksi signifikan menyusul refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19. (Baca juga: Anggaran Covid-19 Terus Berubah, Bukti Pemerintah Tak Cermat )
"APBD murni yang dialokasikan untuk Dinas Bina Marga Rp1,55 triliun. Di pergeseran untuk belanja langsung tersisa 23,9%. Dari 1,55 triliun, jadi hanya Rp371 miliar," ungkap Koswara dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (23/6/2020).
Menurut Koswara, kondisi tersebut tentu berpengaruh langsung terhadap target-target pembangunan infrastruktur, seperti peningkatan dan pembangunan jalan yang telah ditetapkan sebelum terjadinya pandemi COVID-19.
Dia menjelaskan, program peningkatan jalan awalnya ditargetkan 68,59 kilometer. Namun, setelah refocusing anggaran, menjadi hanya 3,1 kilometer. Bahkan, pembangunan jalan baru menjadi nihil dari target semula sepanjang 2,55 kilometer.
Selanjutnya, pembangunan drainase yang ditargetkan sepanjang 25.600 meter tersisa hanya 2.600 meter dan perbaikan drainase yang ditargetkan 1.378,95 meter tersisa hanya 500 meter.
"Sementara rehabilitasi jalan tinggal 48 meter dari target 123,65 meter. Kemudian, penggantian jembatan menjadi tidak ada serta pembangunan jabatan yang asalnya tiga jembatan full, sekarang tinggal dua jembatan full dan satu jembatan bertahap," kata dia.
Lihat Juga :