Pilkada Calon Tunggal Kecelakaan Sejarah, Tak Boleh Terulang

Selasa, 23 Juni 2020 - 16:01 WIB
loading...
Pilkada Calon Tunggal...
Ilustrasi Pilkada Calon Tunggal. Foto/Dok
A A A
BLITAR - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) calon tunggal yang mengantarkan pasangan Rijanto-Marheinis Urip Widodo menjadi Bupati dan Wakil Bupati Blitar dinilai sebagai kecelakaan sejarah politik.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar tidak ingin pilkada 5 tahun silam tersebut kembali terulang pada tahun ini. (Baca juga: PDIP Jatim: Hanya Tsunami yang Bisa Merubah Rekomendasi DPP PDIP )

"Itu (pilkada calon tunggal) kecelakaan sejarah politik di Kabupaten Blitar dan tidak boleh terulang," kata Sekretaris DPC PKB Kabupaten Blitar Imron Rosyadi kepada SINDOnews.com Selasa (23/6/2020).

Lima tahun silam, pasangan Rijanto-Marheinis yang diusung PDI Perjuangan menjadi pemenang pilkada calon tunggal.

Pasangan Rijanto-Marheinis melawan bumbung kosong karena tidak ada partai lain yang mendaftarkan jagonya ke KPU.

Ketua PDI P Jawa Timur Kusnadi mengatakan, di Kabupaten Blitar ada potensi terjadi kembali calon tunggal, yakni pasangan petahana Rijanto-Marheinis.

Imron Rosyadi menegaskan, pilkada calon tunggal adalah alarm buruk demokrasi. Meski ada pilihan setuju atau tidak setuju, bagi Imron calon tunggal adalah demokrasi semu. "Rakyat Kabupaten Blitar harus mendapat pilihan (pasangan lain). Calon tunggal hanya demokrasi semu," kata Baron begitu Imron Rosyadi biasa disapa saat memperingati haul di Makam Bung Karno Sabtu (20/6).

Kendati demikian, Baron tidak memungkiri potensi calon tunggal di Kabupaten Blitar memang ada. Sebab praktik kartel partai politik, yakni memborong partai politik dengan tujuan menenggelamkan kekuatan politik alternatif, sangat mungkin terjadi. Skema yang biasa dimainkan adalah calon tunggal atau calon boneka.

Sebagai parpol dengan perolehan kursi terbesar kedua (9 kursi) di Kabupaten Blitar, PKB tidak akan membiarkan kebobrokan demokrasi itu terjadi. Di sisi lain dengan munculnya platform NU Blitar Bersatu, PKB juga telah memiliki modal politik yang besar.

"Karena PKB masih kurang kursi, sampai saat ini kami intens melakukan ikhtiar komunikasi politik dengan pimpinan parpol lain," kata Baron.

Baron mengatakan, sejauh ini belum ada nama pasangan calon yang diajukan ke DPP untuk mendapat rekomendasi.

Saat ini, PKB masih menggodok sekaligus menimbang sejumlah nama yang dari segi bibit, bobot, dan bebetnya apakah layak diusung atau tidak. "Karena kami tidak sekedar menggugurkan kewajiban atau sekedar meramaikan pesta demokrasi. Calon yang kami usung nanti harus betul betul layak sekaligus bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Blitar," kata Baron.

Seperti diketahui di sela peringatan haul di Makam Bung Karno (20/6), Ketua PDI P Jawa Timur Kusnadi mengatakan, Kabupaten Blitar berpotensi terulang pilkada calon tunggal. Selain Kabupaten Blitar adalah Kabupaten Kediri. "Potensi (calon tunggal) ada, Blitar Kabupaten," ujar Kusnadi menjawab SINDOnews.com.

Bagi Kusnadi pilkada calon tunggal juga demokratis. Menurut dia, tidak ada hak rakyat yang dibunuh. Rakyat masih bisa memberikan pilihan setuju atau tidak setuju dengan pasangan calon tunggal yang ada. "Apakah itu (calon tunggal) tidak demokratis? Ya demokrasi," kata Kusnadi.

Politisi yang berpengalaman sebagai dosen itu mencontohkan pasangan petahana Kabupaten Blitar Rijanto-Marheinis Urip Widodo. Jika tahun ini memang terjadi lagi calon tunggal, dan rakyat Kabupaten Blitar tidak puas dengan kinerja Rijanto-Marheinis, pasangan ini bisa kalah.

"Ya kalau banyak yang tidak setuju ya kalah. Mekanismenya gimana? Ya diulang," pungkas Kusnadi.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih 77,42% Suara, Calon...
Raih 77,42% Suara, Calon Tunggal Kalahkan Kotak Kosong di Pilkada Pematangsiantar
KPUD Raja Ampat: Soal...
KPUD Raja Ampat: Soal Paslon Tunggal Pemilih Punya Dua Pilihan
KPU Kota Semarang Perpanjang...
KPU Kota Semarang Perpanjang Waktu Pendaftaran Bapaslon
Pilkada 37 Daerah Lawan...
Pilkada 37 Daerah Lawan Kotak Kosong, KPU Belum Usulkan Anggaran Pilkada Ulang
MK Putuskan Surat Suara...
MK Putuskan Surat Suara Calon Tunggal Pilkada Diberi Keterangan Setuju dan Tidak Setuju
Sebut 37 Daerah Lawan...
Sebut 37 Daerah Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2024, KPU: Berkurang Pascaputusan MK
Rekomendasi
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
Berita Terkini
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved