Puluhan Siswa SD Puusuli Konawe Utara Blokade Jalan Truk Tambang gara-gara Terganggu Debu
Rabu, 01 Juni 2022 - 19:39 WIB
loading...
Puluhan siswa SD Puusuli Konawe Utara memblokade jalan truk tambang gara-gara terganggu debu. Foto: MPI/Mukhtaruddin
A
A
A
KONAWE UTARA - Terganggu aktivitas tambang , puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) memblokade jalan truk tambang pengangkut ore nikel, di Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, Selasa (31/5/2022)
Aksi blokade jalan ini dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Asera Kompol Dudy.
Menurutnya, aksi itu disebabkan karena murid sekolah dasar dan warga sekitar terganggu dengan aktivitas tambang nikel yang berada di atas permukiman.
Baca juga: Kendari Gempar, Minibus Meledak dan Terbakar Hebat saat Antre BBM Pertalite
“Iya diblokade memang di depan sekolah, kami datang setelah ada kesepakatan dengan pihak perusahaan, baru bisa dibuka,” ujarnya Rabu (1/6/2022).
Dudy menjelaskan, aksi yang dilakukan para murid SD itu karena debu dari aktivitas pertambangan perusahaan tambang PT Bumi Nikel Nusantara (BNN) mengganggu aktivitas belajar dua sekolah yakni SD Puusuli dan SMP satu atap.
Baca juga: BREAKING NEWS! Juragan dan Pemilik Kapal KM Ladang Pertiwi Ditetapkan Jadi Tersangka
“Itu debu dari atas, kan BNN itu punya lokasi jadi jatuh ke bawah, di situ ada dua sekolah SD sama SMP satu atap” ungkapnya.
Pihak sekolah baru membuka blokade jalan setelah manajemen perusahaan PT BNN menyanggupi sejumlah permintaan sekolah.
Aksi blokade jalan ini dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Asera Kompol Dudy.
Menurutnya, aksi itu disebabkan karena murid sekolah dasar dan warga sekitar terganggu dengan aktivitas tambang nikel yang berada di atas permukiman.
Baca juga: Kendari Gempar, Minibus Meledak dan Terbakar Hebat saat Antre BBM Pertalite
“Iya diblokade memang di depan sekolah, kami datang setelah ada kesepakatan dengan pihak perusahaan, baru bisa dibuka,” ujarnya Rabu (1/6/2022).
Dudy menjelaskan, aksi yang dilakukan para murid SD itu karena debu dari aktivitas pertambangan perusahaan tambang PT Bumi Nikel Nusantara (BNN) mengganggu aktivitas belajar dua sekolah yakni SD Puusuli dan SMP satu atap.
Baca juga: BREAKING NEWS! Juragan dan Pemilik Kapal KM Ladang Pertiwi Ditetapkan Jadi Tersangka
“Itu debu dari atas, kan BNN itu punya lokasi jadi jatuh ke bawah, di situ ada dua sekolah SD sama SMP satu atap” ungkapnya.
Pihak sekolah baru membuka blokade jalan setelah manajemen perusahaan PT BNN menyanggupi sejumlah permintaan sekolah.
(nic)
Lihat Juga :