26 Tenaga Kesehatan RSUD Kota Bogor Negatif Berdasarkan Swab Test
Sabtu, 25 April 2020 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Seseorang yang rapid test pertama hasilnya negatif, lanjutnya, harus dilanjutkan rapid test kedua pada hari ke-7. Hasil positif dari rapid test, katanya, harus dikonfirmasi dengan swab test dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). (Baca juga; 51 Petugas Medis RSUD Kota Bogor Terpapar COVID-19, Mayoritas Tak Tangani Pasien Corona )
"Jadi, rapid test hanya skrining yang dibutuhkan untuk surveilans dan deteksi pencegahan awal dari COVID-19. Pasien dengan hasil rapid test positif belum tentu dia positif terinfeksi COVID-19 (false positif) harus dilakukan pemeriksaan swab dengan tes PCR untuk memastikannya. Tes PCR inilah yang memastikan apakah seseorang positif terinfeksi corona atau tidak," katanya.
Sementara itu, Dirut RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir langsung mengklarifikasi misspersepsi (salah tanggap) tentang pernyataannya kepada media tentang 51 dari 800 pegawainya yang positif COVID-19. "Jadi yang benar itu adalah hasil pemeriksaan rapid test terhadap tenaga medis tersebut adalah reaktif. Reaktif rapid test belum tentu positif COVID-19 dan masih harus diperiksa swab PCR," ungkap Ilham.
Dia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium melalui metode swab akan menentukan diagnosa positif atau negatifnya seseorang terjangkit COVID-19. "Dua hari ini telah dilakukan pemeriksaan swab untuk seluruh petugas yang rapid dan masih menunggu hasilnya," tandasnya.
"Jadi, rapid test hanya skrining yang dibutuhkan untuk surveilans dan deteksi pencegahan awal dari COVID-19. Pasien dengan hasil rapid test positif belum tentu dia positif terinfeksi COVID-19 (false positif) harus dilakukan pemeriksaan swab dengan tes PCR untuk memastikannya. Tes PCR inilah yang memastikan apakah seseorang positif terinfeksi corona atau tidak," katanya.
Sementara itu, Dirut RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir langsung mengklarifikasi misspersepsi (salah tanggap) tentang pernyataannya kepada media tentang 51 dari 800 pegawainya yang positif COVID-19. "Jadi yang benar itu adalah hasil pemeriksaan rapid test terhadap tenaga medis tersebut adalah reaktif. Reaktif rapid test belum tentu positif COVID-19 dan masih harus diperiksa swab PCR," ungkap Ilham.
Dia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium melalui metode swab akan menentukan diagnosa positif atau negatifnya seseorang terjangkit COVID-19. "Dua hari ini telah dilakukan pemeriksaan swab untuk seluruh petugas yang rapid dan masih menunggu hasilnya," tandasnya.
(wib)
Lihat Juga :