26 Tenaga Kesehatan RSUD Kota Bogor Negatif Berdasarkan Swab Test
Sabtu, 25 April 2020 - 17:29 WIB
loading...
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, 26 tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dinyatakan negatif Corona berdasarkan hasil swab test. Foto/Ilustrasi/Dok/SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, 26 tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dinyatakan negatif Corona berdasarkan hasil swab test. Mereka sebelumnya berstatus reaktif atau positif versi Rapid Test COVID-19 bersama 51 tenaga kesehatan lainnya.
"Tadi saya sudah tanyakan ke Direktur RSUD Kota Bogor. Hasil Swab Test kemarin dilakukan dua hari terhadap 51 tenaga kesehatan dan penunjang. Baru 26 yang keluar hasil Swab Testnya dan hasil negatif semua. Sisanya (25 orang) yang lain belum keluar hasilnya masih menunggu (pemeriksaannya laboratorium)," ungkap Sri Nowo Retno, Jumat (24/04/2020) malam.
Sebelumnya, Sri yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor sempat menanggapi terkait polemik pernyataan Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir yang menyebutkan 51 dari 800 tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 hasil rapid test.
Sri menjelaskan rapid test bukan untuk memastikan seseorang positif atau negatif sebagai diagnostik COVID-19. “Karena rapid test adalah tes immunologik yang mengambil darah dari ujung jari dengan memakai teknik antibodi, hanya sekadar untuk skrining awal," terangnya.
Dia menambahkan, seseorang yang terpapar oleh virus SARS-Cov-2 (penyebab COVID-19) membutuhkan waktu 6-7 hari untuk bisa positif setelah terpapar virus. "Sehingga Rapid Test tidak bisa mendeteksi orang yang belum ada gejala, hasilnya bisa negatif walaupun terinfeksi (false negatif)," jelasnya.
"Tadi saya sudah tanyakan ke Direktur RSUD Kota Bogor. Hasil Swab Test kemarin dilakukan dua hari terhadap 51 tenaga kesehatan dan penunjang. Baru 26 yang keluar hasil Swab Testnya dan hasil negatif semua. Sisanya (25 orang) yang lain belum keluar hasilnya masih menunggu (pemeriksaannya laboratorium)," ungkap Sri Nowo Retno, Jumat (24/04/2020) malam.
Sebelumnya, Sri yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor sempat menanggapi terkait polemik pernyataan Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir yang menyebutkan 51 dari 800 tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 hasil rapid test.
Sri menjelaskan rapid test bukan untuk memastikan seseorang positif atau negatif sebagai diagnostik COVID-19. “Karena rapid test adalah tes immunologik yang mengambil darah dari ujung jari dengan memakai teknik antibodi, hanya sekadar untuk skrining awal," terangnya.
Dia menambahkan, seseorang yang terpapar oleh virus SARS-Cov-2 (penyebab COVID-19) membutuhkan waktu 6-7 hari untuk bisa positif setelah terpapar virus. "Sehingga Rapid Test tidak bisa mendeteksi orang yang belum ada gejala, hasilnya bisa negatif walaupun terinfeksi (false negatif)," jelasnya.
Lihat Juga :