Bupati Optimistis Kabupaten Gowa Masuk Top 10 Pengelolaan Pengaduan
Sabtu, 28 Mei 2022 - 21:11 WIB
loading...
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memaparkan mengenai efektivitas pengelolaan pengaduan pelayanan publik secara virtual. Foto: Istimewa
A
A
A
GOWA - Bupati Gowa , Adnan Purichta Ichsan optimistis pengelolaan pengaduan pelayanan publik Pemkab Gowa bisa menembus 10 besar Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik ke-4 tahun 2022. Event ini dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi.
Adnan secara virtual memaparkan mengenai efektivitas pengelolaan pengaduan pelayanan publik pada Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi Online Rakyat (SP4N-LAPOR) melalui pemberdayaan masyarakat (Inovasi Sahabat Lapor).
Baca juga: Adnan Mengajak Pemuda Pancasila Bangun Kabupaten Gowa
Presentasi dilakukan karena Pemkab Gowa telah berhasil masuk top 51 peserta terbaik yang merupakan evaluasi lanjutan kompetisi tersebut.
Adnan mengaku, pengintegrasian pengelolaan pengaduan pelayanan publik secara nasional bagi pemerintah daerah ke dalam aplikasi SP4N-LAPOR, masih belum optimal digunakan. Ini dilihat dari masih rendahnya partisipasi masyarakat menyampaikan pengaduan melalui Aplikasi SP4N-LAPOR dan cakupan wilayah kerja penyampaian pengaduan melalui media aplikasi SP4N-LAPOR.
"Semua itu disebabkan karena rendahnya penyebaran informasi, penggunaan perangkat teknologi informasi dan internet, dan kepedulian masyarakat yang masih enggan dan takut melapor," ungkapnya.
Olehnya itu, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gowa membuat suatu perubahan dan perbaikan pengelolaan pengaduan melalui Inovasi Sahabat Lapor. Layanan ini merupakan pemberdayaan masyarakat yang terdiri dari perwakilan unsur pemuda yang peduli terhadap pelayanan publik dan tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gowa.
Baca juga: Wabup Gowa Harap PPI Jadi Pelaku Pembangunan Bangsa dan Daerah
"Sahabat Lapor ini bertugas untuk menyebarluaskan informasi tentang media pengaduan aplikasi LAPOR, memfasilitasi masyarakat dalam menyampaikan pengaduan, serta mengawasi kinerja penyelenggaraan pemerintah di kecamatan dan melaporkan pada aplikasi LAPOR," jelas Adnan.
Lebih jauh, Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menyampaikan inovasi ini akan menjadi solusi terhadap permasalahan masyarakat di Kabupaten Gowa untuk perbaikan kinerja Pemkab Gowa dengan memanfaatkan aplikasi LAPOR.
"Tujuan dari inovasi ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dan cakupan wilayah, dalam menyampaikan pengadaan melalui aplikasi SP4N-LAPOR sehingga dari pengaduan tersebut dapat dilakukan perbaikan pelayanan publik," jelasnya.
Ia berharap dengan adanya inovasi pengaduan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa bisa masuk dalam Top 10 peserta terbaik pada kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Ke-4 Tahun 2022.
Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten Gowa, Sujjadan mengatakan, jumlah pendaftar pada kompetisi ini sebanyak 759 peserta instansi pemerintah seluruh Indonesia. Setelah melalui Tahapan Evaluasi Dokumen, Pemerintah Kabupaten Gowa ditetapkan sebagai Top 51 peserta terbaik.
Baca juga: 90 Persen Penduduk Gowa Sudah Jadi Peserta BPJS Kesehatan
"Peserta yang lolos Top 51 ini, hanya terdiri dari 11 Instansi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia dan hanya Pemkab Gowa yang berasal dari Instansi Pemerintah wilayah Indonesia Timur," katanya.
Tahapan selanjutnya kata Sujjadan, Pemkab Gowa melakukan presentasi, wawancara dan observasi lapangan dibhadapan Tim Panel/Juri sebagai Kegiatan Evaluasi Lanjutan/Penjurian Kompetisi untuk menetapkan Top 10 Peserta Terbaik, salah satunya presentasi yang baru saja dilakukan oleh Bupati Gowa.
Adnan secara virtual memaparkan mengenai efektivitas pengelolaan pengaduan pelayanan publik pada Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi Online Rakyat (SP4N-LAPOR) melalui pemberdayaan masyarakat (Inovasi Sahabat Lapor).
Baca juga: Adnan Mengajak Pemuda Pancasila Bangun Kabupaten Gowa
Presentasi dilakukan karena Pemkab Gowa telah berhasil masuk top 51 peserta terbaik yang merupakan evaluasi lanjutan kompetisi tersebut.
Adnan mengaku, pengintegrasian pengelolaan pengaduan pelayanan publik secara nasional bagi pemerintah daerah ke dalam aplikasi SP4N-LAPOR, masih belum optimal digunakan. Ini dilihat dari masih rendahnya partisipasi masyarakat menyampaikan pengaduan melalui Aplikasi SP4N-LAPOR dan cakupan wilayah kerja penyampaian pengaduan melalui media aplikasi SP4N-LAPOR.
"Semua itu disebabkan karena rendahnya penyebaran informasi, penggunaan perangkat teknologi informasi dan internet, dan kepedulian masyarakat yang masih enggan dan takut melapor," ungkapnya.
Olehnya itu, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gowa membuat suatu perubahan dan perbaikan pengelolaan pengaduan melalui Inovasi Sahabat Lapor. Layanan ini merupakan pemberdayaan masyarakat yang terdiri dari perwakilan unsur pemuda yang peduli terhadap pelayanan publik dan tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gowa.
Baca juga: Wabup Gowa Harap PPI Jadi Pelaku Pembangunan Bangsa dan Daerah
"Sahabat Lapor ini bertugas untuk menyebarluaskan informasi tentang media pengaduan aplikasi LAPOR, memfasilitasi masyarakat dalam menyampaikan pengaduan, serta mengawasi kinerja penyelenggaraan pemerintah di kecamatan dan melaporkan pada aplikasi LAPOR," jelas Adnan.
Lebih jauh, Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menyampaikan inovasi ini akan menjadi solusi terhadap permasalahan masyarakat di Kabupaten Gowa untuk perbaikan kinerja Pemkab Gowa dengan memanfaatkan aplikasi LAPOR.
"Tujuan dari inovasi ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dan cakupan wilayah, dalam menyampaikan pengadaan melalui aplikasi SP4N-LAPOR sehingga dari pengaduan tersebut dapat dilakukan perbaikan pelayanan publik," jelasnya.
Ia berharap dengan adanya inovasi pengaduan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa bisa masuk dalam Top 10 peserta terbaik pada kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Ke-4 Tahun 2022.
Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten Gowa, Sujjadan mengatakan, jumlah pendaftar pada kompetisi ini sebanyak 759 peserta instansi pemerintah seluruh Indonesia. Setelah melalui Tahapan Evaluasi Dokumen, Pemerintah Kabupaten Gowa ditetapkan sebagai Top 51 peserta terbaik.
Baca juga: 90 Persen Penduduk Gowa Sudah Jadi Peserta BPJS Kesehatan
"Peserta yang lolos Top 51 ini, hanya terdiri dari 11 Instansi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia dan hanya Pemkab Gowa yang berasal dari Instansi Pemerintah wilayah Indonesia Timur," katanya.
Tahapan selanjutnya kata Sujjadan, Pemkab Gowa melakukan presentasi, wawancara dan observasi lapangan dibhadapan Tim Panel/Juri sebagai Kegiatan Evaluasi Lanjutan/Penjurian Kompetisi untuk menetapkan Top 10 Peserta Terbaik, salah satunya presentasi yang baru saja dilakukan oleh Bupati Gowa.
(luq)
Lihat Juga :