Gubernur Berharap Ekonomi Jabar 2020 Tetap Tumbuh 2-2,5 Persen
Senin, 22 Juni 2020 - 23:34 WIB
loading...
A
A
A
Jasa, tutur Gubernur, menjadi salah satu sektor perekonomian di Jabar yang paling terdampak pandemi COVID-19. Pertumbuhan sektor jasa paling terkoreksi hingga 4,8 persen. Disusul industri manufaktur sebesar 4,2 persen.
"Paling sedikit terkoreksi itu sektor pertanian, hanya 0,9 persen. Ini menandakan bahwa sektor pertanian tangguh selama pandemi COVID-19. Apalagi dikombinasikan dengan digital. Maka, ekonomi masa depan adalah balik kanan lagi di bidang pertanian, tapi dengan (penerapan revolusi industri) 4.0," tutur Gubernur.
"Itulah masa depan Jabar yang akan kami skenariokan. Milenial yang baru lulus mending tinggal di desa, tapi rezeki kota dan bisnis mendunia. Jauh dari penyakit dan dekat dengan rezeki," tutur Kang Emil.
Menurut Kang Emil, geliat aktivitas perekonomian di Jabar akan tetap dibarengi pelaksanaan tes COVID-19 secara masif yang akan difokuskan di tiga zona, yakni pasar tradisional, terminal-stasiun, dan kawasan wisata.
"Kami optimistis, di sisa bulan tahun 2020, pengetesan ke daerah rawan, ratusan pasar, ke daerah wisata, random sampling ke orang-orang yang datang akan menguatkan Jabar sebagai provinsi yang selalu terkendali. Juga ekonomi yang sudah kami buka di bulan Juni ini, insya Allah membangkitkan lagi kenormalan di Jabar," pungkas suami dari Atalia Praratya ini.
"Paling sedikit terkoreksi itu sektor pertanian, hanya 0,9 persen. Ini menandakan bahwa sektor pertanian tangguh selama pandemi COVID-19. Apalagi dikombinasikan dengan digital. Maka, ekonomi masa depan adalah balik kanan lagi di bidang pertanian, tapi dengan (penerapan revolusi industri) 4.0," tutur Gubernur.
"Itulah masa depan Jabar yang akan kami skenariokan. Milenial yang baru lulus mending tinggal di desa, tapi rezeki kota dan bisnis mendunia. Jauh dari penyakit dan dekat dengan rezeki," tutur Kang Emil.
Menurut Kang Emil, geliat aktivitas perekonomian di Jabar akan tetap dibarengi pelaksanaan tes COVID-19 secara masif yang akan difokuskan di tiga zona, yakni pasar tradisional, terminal-stasiun, dan kawasan wisata.
"Kami optimistis, di sisa bulan tahun 2020, pengetesan ke daerah rawan, ratusan pasar, ke daerah wisata, random sampling ke orang-orang yang datang akan menguatkan Jabar sebagai provinsi yang selalu terkendali. Juga ekonomi yang sudah kami buka di bulan Juni ini, insya Allah membangkitkan lagi kenormalan di Jabar," pungkas suami dari Atalia Praratya ini.
(awd)
Lihat Juga :