Latihan Penanggulangan Tumpahan Minyak di Laut Uji Kesigapan Personel
Jum'at, 27 Mei 2022 - 22:37 WIB
loading...
A
A
A
''Pada latihan yang seolah dibuat nyata inilah kemampuan personil Coast Guard Indonesia, Filipina, dan Jepang akan diuji. Bagaimana kita dapat bekerjasama dengan baik mengatasi keadaan tanggap darurat kecelakaan dan tumpahan minyak di laut, baik dari segi mekanisme prosedur, alur komando, komunikasi, penyampaian informasi, maupun manajemen operasi,'' tutur Weku, Jumat, (27/5/2022).
Penggunaan konsep real-situation scenario ini, lanjut Capt. Weku, diharapkan tidak hanya dapat menguji coba kesiapsiagaan dan kecakapan personel dan peralatan dalam penanggulangan tumpahan minyak, namun juga menguji coba prosedur penanggulangan tumpahan minyak dengan melibatkan bantuan negara tetangga.
''Dalam skenario Latihan Basah pada gelar Regional Marpolex 2022 ini, personel Coast Guard Filipina dan Jepang akan bekerjasama dengan personil KPLP Indonesia untuk melaksanakan operasi SAR, pemadaman kebakaran, serta penanggulangan tumpahan minyak,'' sambungnya.
Pada gelar Regional Marpolex Tahun 2022 ini, Weku mengungkapkan, Indonesia mengerahkan sebanyak 14 unit kapal dan 3 Rigid Inflatable Boat. ''Selain itu, kita juga melibatkan Tim Medis serta Ambulans dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar,'' imbuhnya.
Baca Juga: Tumpahan Minyak Mengancam Kelestarian Karang di Thailand Timur
Penggunaan konsep real-situation scenario ini, lanjut Capt. Weku, diharapkan tidak hanya dapat menguji coba kesiapsiagaan dan kecakapan personel dan peralatan dalam penanggulangan tumpahan minyak, namun juga menguji coba prosedur penanggulangan tumpahan minyak dengan melibatkan bantuan negara tetangga.
''Dalam skenario Latihan Basah pada gelar Regional Marpolex 2022 ini, personel Coast Guard Filipina dan Jepang akan bekerjasama dengan personil KPLP Indonesia untuk melaksanakan operasi SAR, pemadaman kebakaran, serta penanggulangan tumpahan minyak,'' sambungnya.
Pada gelar Regional Marpolex Tahun 2022 ini, Weku mengungkapkan, Indonesia mengerahkan sebanyak 14 unit kapal dan 3 Rigid Inflatable Boat. ''Selain itu, kita juga melibatkan Tim Medis serta Ambulans dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar,'' imbuhnya.
Baca Juga: Tumpahan Minyak Mengancam Kelestarian Karang di Thailand Timur
Lihat Juga :