Alasan Dishub DKI Perluas Ganjil Genap di 25 Ruas Jalan Jakarta
Rabu, 25 Mei 2022 - 21:10 WIB
loading...
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo . Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Ka dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan alasan diberlakukannya 25 titik ganjil genap (gage) di ruas jalan Jakarta . Menurutnya, Hal itu dikarenakan meningkatnya volume kendaraan yang ada di Jakarta.
Syafrin mengatakan, aturan tersebut diberlakukan dikarenakan beberapa titik jalan di Jakarta mengalami kepadatan. Ditambah, adanya penumpukan di beberapa ruas jalan alternatif. Baca juga: Perluasan Ganjil Genap di 25 Ruas Jalan Jakarta Dimulai 6 Juni 2022
"Tentu begitu di beberapa ruas jalan yang saat ini tidak diterapkan gage terjadi peningkatan volume, itu menimbulkan beberapa ruas jalan alternatif di pusat kota menjadi padat," ujar Syafrin saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (25/5/2022).
Syafrin mengungkap, diberlakukannya ganjil genap (Gage) di 25 ruas jalan dapat menunjukan adanya penurunan kepadatan. Hal itu, kata dia, berdasarkan pengalaman titik gage sebelumnya.
"Sebelumnya pada saat diterapkan di 25 ruas jalan pada central bisnis Jakarta, itu traffic volume melandai. Contoh di SCBD, atau kawasan alternatif Sudirman Thamrin sampai beberapa ruas jalan," terangnya.
Syafrin mengatakan, aturan tersebut diberlakukan dikarenakan beberapa titik jalan di Jakarta mengalami kepadatan. Ditambah, adanya penumpukan di beberapa ruas jalan alternatif. Baca juga: Perluasan Ganjil Genap di 25 Ruas Jalan Jakarta Dimulai 6 Juni 2022
"Tentu begitu di beberapa ruas jalan yang saat ini tidak diterapkan gage terjadi peningkatan volume, itu menimbulkan beberapa ruas jalan alternatif di pusat kota menjadi padat," ujar Syafrin saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (25/5/2022).
Syafrin mengungkap, diberlakukannya ganjil genap (Gage) di 25 ruas jalan dapat menunjukan adanya penurunan kepadatan. Hal itu, kata dia, berdasarkan pengalaman titik gage sebelumnya.
"Sebelumnya pada saat diterapkan di 25 ruas jalan pada central bisnis Jakarta, itu traffic volume melandai. Contoh di SCBD, atau kawasan alternatif Sudirman Thamrin sampai beberapa ruas jalan," terangnya.
Lihat Juga :