Profil Arsitek Tugu Monas Prof RM Soedarsono, Seniman Koreografi yang Tidak Pernah Sekolah Arsitektur

Senin, 23 Mei 2022 - 08:39 WIB
loading...
A A A


Soedarsono sebenarnya tidak pernah mengenyam pendidikan/sekolah formal di bidang arsitektur. Bakatnya dalam dunia arsitektur muncul secara otodidak alias lewat latihan dan pengalaman. Hanya saja, saat di Bandung sebelum masa pendudukan Jepang, Soedarsono berguru kepada insinyur bangunan dan pengembangan kota bernama Thomas Nix. Saat itu Nix bertugas di kantor Balai Kota Bandung dan mengerjakan bangunan militer serta perumahan sipil.

Soedarsono merupakan seniman kelahiran Yogyakarta 1 Mei 1933 dan meninggal dunia 16 Oktober 2018. Namanya dikenal secara luas melalui karya-karyanya berupa koreografi dan buku-buku yang diterbitkan, baik di dalam maupun luar negeri. Soedarsono juga merupakan salah satu guru besar bidang Seni dan Sejarah Budaya di Fakultas Ilmu Budaya dan program Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM).

Soedarsono menyelesaikan pendidikan di Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM. Setelah lulus dari UGM, dia mengawali kariernya di kampus almamaternya sebagai asisten pengajar asing Prof Mookerjee dan Dr DC Mulder. Kemudian diangkat sebagai Pembantu Dekan III, dan beberapa tahun kemudian Pembantu Dekan I.

Tahun 1962, bersama C Hardjosubroto ia berhasil mendirikan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI). Setelah ASTI diresmikan pada 30 November 1963, ia diangkat sebagai direkturnya. Soedarsono kemudian mengikuti pendidikan di bidang Etnomusikologi di University of Hawaii, dan tari di University of California Los Angeles/UCLA, Amerika Serikat. Setelah itu ia menyelesikan program doktornya di University of Michigan, Amerika Serikat (1982).

Dengan ketekunan, dalam waktu 6 bulan ia menyelesaikan disertasi berbahasa Inggris dengan judul Wayang Wong In The Yogyakarta Kraton History, Ritual Aspects, Literany Aspek and Choracterization.

Hanya dalam waktu dua setengah tahun, ia berhasil menyelesikan program Doktornya. Disertasinya tersebut kemudian diterbitkan Gadjah Mada University Press dengan judul Wayang Wong, the State Ritual Dance Drama in the Court of Yogyakarta.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Momen Prabowo Lepas...
Momen Prabowo Lepas dan Lempar Bajunya untuk Buruh
Ini 11 Tuntutan Buruh...
Ini 11 Tuntutan Buruh di Peringatan May Day 2026
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved