Kuota BBM Bersubsidi Dipangkas, Nelayan di Sorong Menjerit Tak Dapat Melaut
Jum'at, 20 Mei 2022 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Lufti berharap, kondisi ini segera ada perubahan dan ada penambahan pasokan solar bersubsidi. Sehingga, persoalan kelangkaan solar bersubsidi untuk para nelayan di Sorong, dapat segera diatasi.
Baca juga: 10 Fakta Poliandri NN, Menikahi 2 Laki-laki Demi Kepuasan Permainan Ranjang Namun Berakhir Nyesek
Pengelola SPBU Nelayan Momar, Yohana mengatakan, alokasi solar untuk SPBU Nelayan ini normalnya 60 KL. "Bahkan, sempat dihentikan dan terjadi pengurangan menjadi 15 KL. Baru beberapa hari ini naik menjadi 30 KL," ungkapnya.
Pasokan solar bersubsidi sebanyak 30 KL tersebut, menurut Yohana, tidak mampu memenuhi tingginya permintaan para nelayan. "Saat ini kapal-kapal nelayan harus menunggu berhari-hari di pelabuhan, menunggu solar bersubsidi untuk melaut," imbuhnya.
Baca juga: 10 Fakta Poliandri NN, Menikahi 2 Laki-laki Demi Kepuasan Permainan Ranjang Namun Berakhir Nyesek
Pengelola SPBU Nelayan Momar, Yohana mengatakan, alokasi solar untuk SPBU Nelayan ini normalnya 60 KL. "Bahkan, sempat dihentikan dan terjadi pengurangan menjadi 15 KL. Baru beberapa hari ini naik menjadi 30 KL," ungkapnya.
Pasokan solar bersubsidi sebanyak 30 KL tersebut, menurut Yohana, tidak mampu memenuhi tingginya permintaan para nelayan. "Saat ini kapal-kapal nelayan harus menunggu berhari-hari di pelabuhan, menunggu solar bersubsidi untuk melaut," imbuhnya.
(eyt)
Lihat Juga :