Gubernur Promosikan Wisata dan Kuliner Sulsel ke Pembalap Legendaris Indonesia
Jum'at, 20 Mei 2022 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
“Kami sebagai tuan rumah tentunya bangga menyambut bapak-bapak yang merupakan para mantan pembalap dan pereli sebagai tamu terhormat di Sulawesi Selatan,” katanya.
Kesempatan ini juga digunakan gubernur untuk menyajikan makanan khas Sulsel , seperti ikan pallumara dan kue-kue tradisional, mempromosikan pariwisata dan kebudayaan serta peristiwa sejarah kerajaan yang ada di Sulsel.
“Silahkan, ini makanan-makanan khas kami Pak. Makanan rumahan, dari UMKM yang rumahan yang bagus dan dan higienis, UMKM binaan yang produknya kita standarisasi dan upgrade,” sebutnya.
Tim ini penasaran dengan Geopark (taman bumi) Maros-Pangkep. Dijelaskannya, salah satu kars kelas dunia yang memiliki keindahan dan keunikan serta kawasan karst terbesar ke dua di dunia. Serta memiliki gua-gua prasejarah dan tempat hidup kupu-kupu sehingga mendapat julukan "Kingdom of Butterfly".
Mereka sempat ke Toraja dan menanyakan terkait budaya dan objek wisata di sana, seperti tedong bonga atau kerbau belang. “Wah, harganya itu bisa sampai miliaran Pak, apalagi yang belangnya seimbang (bonga saleko/doti),” jelasnya.
Kesempatan ini juga digunakan gubernur untuk menyajikan makanan khas Sulsel , seperti ikan pallumara dan kue-kue tradisional, mempromosikan pariwisata dan kebudayaan serta peristiwa sejarah kerajaan yang ada di Sulsel.
“Silahkan, ini makanan-makanan khas kami Pak. Makanan rumahan, dari UMKM yang rumahan yang bagus dan dan higienis, UMKM binaan yang produknya kita standarisasi dan upgrade,” sebutnya.
Tim ini penasaran dengan Geopark (taman bumi) Maros-Pangkep. Dijelaskannya, salah satu kars kelas dunia yang memiliki keindahan dan keunikan serta kawasan karst terbesar ke dua di dunia. Serta memiliki gua-gua prasejarah dan tempat hidup kupu-kupu sehingga mendapat julukan "Kingdom of Butterfly".
Mereka sempat ke Toraja dan menanyakan terkait budaya dan objek wisata di sana, seperti tedong bonga atau kerbau belang. “Wah, harganya itu bisa sampai miliaran Pak, apalagi yang belangnya seimbang (bonga saleko/doti),” jelasnya.
Lihat Juga :