KWT Mawar Mappedeceng Jadi Lokus Video Dokumenter untuk KTT G20 Bali
Kamis, 19 Mei 2022 - 17:12 WIB
loading...
Proses pengambilan gambar KWT MAwar Mappedeceng untuk ditayangkan di KTT G-20. Foto: Protokoler Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Desa Sumber Harum Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara menjadi lokus pengambilan dan pembuatan video dokumenter untuk diputar di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali pada Oktober 2022.
Pemilihan KWT Mawar sebagai lokus pengambilan video dokumenter sudah melalui survei dan identifikasi lapangan oleh Tim READSI Pusat, salah satunya melalu skrining data. Dari 2.600-an kelompok tani (poktan), KWT Mawar dinilai terbaik dan layak menjadi lokus pengambilan video dokumenter.
Baca juga:Kemenparekraf Fokus 5 Pilar Pariwisata dalam The 1st Tourism Working Group
Perwakilan Puslahtan Kementerian Pertanian untuk Program READSI, Dr M Apuk Ismane mengatakan, pemilihan KWT Mawar sudah melalui beberapa tahapan yang ada, salah satunya dengan melakukan survei langsung ke lokasi.
“Sebelumnya kita melakukan survei pencarian lokasi dan kita juga melakukan rapat intern dengan melibatkan Kepala Pusat Pelatihan dan Manager READSI, dan kita mengudang PH dan akhirnya kita mengambil kesimpulan bahwa salah satu lokus pengambilan video adalah di Kabupaten Luwu Utara, tepatnya di KWT Mawar ini,” jelas Apuk Ismane.
Menurutnya, ada dua pertimbangan dipilihnya Luwu Utara sebagai lokus pengambilan video dokumenter. Selain karena KWT Mawar dinilai berhasil meningkatkan pendapatan dan gizi keluarga, juga Luwu Utara dinilai memiliki spot wisata yang bisa menjadi ikon Luwu Utara.
“Ada beberapa daerah sudah memenuhi standar untuk pembuatan video dokumenter, dan salah satunya ada di Luwu Utara ini, bukan hanya KWT Mawar-nya, tetapi juga termasuk ikon-ikon wisata-nya,” terang dia.
Baca juga:Cek Kesiapan Bali Gelar KTT G20, Luhut: Keamanan dan Kenyamanan Delegasi yang Utama
Terkait pemutaran video dokumenter yang akan diputar saat pelaksanaan KTT G20 di Bali, Apuk Ismane membenarkan. “Kita mengambil video dokumenter untuk acara KTT G20 , di mana hasil editing dari pembuatan video ini akan diviralkan (diputar) saat acara KTT G20 ,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan kegiatan ini, Luwu Utara dapat menjadi daerah terbaik yang memiliki nilai jual, bukan hanya dari sektor pertanian, tetapi juga di sektor wisata.
“Kami melihat salah satu KWT terbaik di Indonesia ada di Luwu Utara, yaitu KWT Mawar. Nah, harapan kami bahwa Luwu Utara dapat menjadi kabupaten terbaik di Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Tim READSI Pusat, Yuli Widiyatmanta mengatakan, tujuan lain pengambilan video dokumenter ini adalah sebagai success story bagi daerah lain di Indonesia, utamanya dalam upaya peningkatan gizi keluarga dan pendapatan keluarga.
Baca juga:Pengamat: Zelenskyy dan Putin Mestinya Penuhi Undangan Jokowi Hadiri G20 di Bali
“Sebenarnya juga ini adalah bagian dari success story KWT dalam rangka peningkatan gizi keluarga, khusus program READSI,” terang Yuli.
Dipilihnya KWT Mawar Luwu Utara, kata dia, karena KWT ini telah memenuhi standar keberhasilan dalam melakukan peningkatan gizi dan pendapatan keluarga dari pengolahan pekarangan.
Pemilihan KWT Mawar sebagai lokus pengambilan video dokumenter sudah melalui survei dan identifikasi lapangan oleh Tim READSI Pusat, salah satunya melalu skrining data. Dari 2.600-an kelompok tani (poktan), KWT Mawar dinilai terbaik dan layak menjadi lokus pengambilan video dokumenter.
Baca juga:Kemenparekraf Fokus 5 Pilar Pariwisata dalam The 1st Tourism Working Group
Perwakilan Puslahtan Kementerian Pertanian untuk Program READSI, Dr M Apuk Ismane mengatakan, pemilihan KWT Mawar sudah melalui beberapa tahapan yang ada, salah satunya dengan melakukan survei langsung ke lokasi.
“Sebelumnya kita melakukan survei pencarian lokasi dan kita juga melakukan rapat intern dengan melibatkan Kepala Pusat Pelatihan dan Manager READSI, dan kita mengudang PH dan akhirnya kita mengambil kesimpulan bahwa salah satu lokus pengambilan video adalah di Kabupaten Luwu Utara, tepatnya di KWT Mawar ini,” jelas Apuk Ismane.
Menurutnya, ada dua pertimbangan dipilihnya Luwu Utara sebagai lokus pengambilan video dokumenter. Selain karena KWT Mawar dinilai berhasil meningkatkan pendapatan dan gizi keluarga, juga Luwu Utara dinilai memiliki spot wisata yang bisa menjadi ikon Luwu Utara.
“Ada beberapa daerah sudah memenuhi standar untuk pembuatan video dokumenter, dan salah satunya ada di Luwu Utara ini, bukan hanya KWT Mawar-nya, tetapi juga termasuk ikon-ikon wisata-nya,” terang dia.
Baca juga:Cek Kesiapan Bali Gelar KTT G20, Luhut: Keamanan dan Kenyamanan Delegasi yang Utama
Terkait pemutaran video dokumenter yang akan diputar saat pelaksanaan KTT G20 di Bali, Apuk Ismane membenarkan. “Kita mengambil video dokumenter untuk acara KTT G20 , di mana hasil editing dari pembuatan video ini akan diviralkan (diputar) saat acara KTT G20 ,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan kegiatan ini, Luwu Utara dapat menjadi daerah terbaik yang memiliki nilai jual, bukan hanya dari sektor pertanian, tetapi juga di sektor wisata.
“Kami melihat salah satu KWT terbaik di Indonesia ada di Luwu Utara, yaitu KWT Mawar. Nah, harapan kami bahwa Luwu Utara dapat menjadi kabupaten terbaik di Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Tim READSI Pusat, Yuli Widiyatmanta mengatakan, tujuan lain pengambilan video dokumenter ini adalah sebagai success story bagi daerah lain di Indonesia, utamanya dalam upaya peningkatan gizi keluarga dan pendapatan keluarga.
Baca juga:Pengamat: Zelenskyy dan Putin Mestinya Penuhi Undangan Jokowi Hadiri G20 di Bali
“Sebenarnya juga ini adalah bagian dari success story KWT dalam rangka peningkatan gizi keluarga, khusus program READSI,” terang Yuli.
Dipilihnya KWT Mawar Luwu Utara, kata dia, karena KWT ini telah memenuhi standar keberhasilan dalam melakukan peningkatan gizi dan pendapatan keluarga dari pengolahan pekarangan.
(luq)
Lihat Juga :