Waspada Penyakit Mulut dan Kuku, Ternak Wajib Skrining di Parepare
Kamis, 19 Mei 2022 - 15:21 WIB
loading...
Pemkot Parepare meningkatkan kewaspadaan atas penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
PAREPARE - Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang kembali muncul setelah Indonesia dinyatakan bebas PMK lebih dari tiga dekade lalu, turut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare.
Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim menyatakan, sebagai pintu masuk pasokan hewan ternak di Sulawesi Selatan (Sulsel), pemkot akan meningkatkan kewaspadaan penyebaran PMK .
Baca juga:DPR Apresiasi Kementan Tangani Wabah PMK secara Cepat
Pangerang mengatakan, pihaknya menginstruksikan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Parepare, berkolaborasi Pemprov Sulsel dan TNI-Polri untuk memastikan pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk dan keluar Parepare.
"Seluruh hewan ternak harus melalui skrining guna mengantisipasi masuknya penyakit mulut dan kuku di Kota Parepare," jelasnya, Kamis (19/5/2022).
Sementara itu, Kepala Dinas PKP Parepare, Wildana mengatakan, pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi ke peternak dan pedagang terkait dampak dan gejala penyakit mulut dan kuku , termasuk antisipasinya.
"Di tiap kecamatan kita bentuk tim untuk memeriksa pedagang ternak maupun daging sapi yang diduga potensi melakukan pemasukan ternak atau daging ke kota Parepare. Tim yang dibentuk dikoordinir langsung oleh dokter hewan," Wildana menjabarkan.
Baca juga:Mentan Syahrul Yasin Limpo Optimis Penyakit Mulut dan Kuku Dapat Diatasi Segera
Sekadar diketahui, PMK atau dikenal juga sebagai foot and mouth disease (FMD) dan apthtae epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus.
"Virus ini harus kita waspadai karena dapat menyebar dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi," tandas Wildana.
Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim menyatakan, sebagai pintu masuk pasokan hewan ternak di Sulawesi Selatan (Sulsel), pemkot akan meningkatkan kewaspadaan penyebaran PMK .
Baca juga:DPR Apresiasi Kementan Tangani Wabah PMK secara Cepat
Pangerang mengatakan, pihaknya menginstruksikan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Parepare, berkolaborasi Pemprov Sulsel dan TNI-Polri untuk memastikan pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk dan keluar Parepare.
"Seluruh hewan ternak harus melalui skrining guna mengantisipasi masuknya penyakit mulut dan kuku di Kota Parepare," jelasnya, Kamis (19/5/2022).
Sementara itu, Kepala Dinas PKP Parepare, Wildana mengatakan, pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi ke peternak dan pedagang terkait dampak dan gejala penyakit mulut dan kuku , termasuk antisipasinya.
"Di tiap kecamatan kita bentuk tim untuk memeriksa pedagang ternak maupun daging sapi yang diduga potensi melakukan pemasukan ternak atau daging ke kota Parepare. Tim yang dibentuk dikoordinir langsung oleh dokter hewan," Wildana menjabarkan.
Baca juga:Mentan Syahrul Yasin Limpo Optimis Penyakit Mulut dan Kuku Dapat Diatasi Segera
Sekadar diketahui, PMK atau dikenal juga sebagai foot and mouth disease (FMD) dan apthtae epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus.
"Virus ini harus kita waspadai karena dapat menyebar dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi," tandas Wildana.
(luq)
Lihat Juga :