Herman Johannes, Rektor UGM yang Ahli Membuat Bom untuk Melawan Belanda
Kamis, 19 Mei 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Indonesia kemudian mengubah kembali nama sekolah teknik itu menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung di Jogjakarta. STT inilah yang kemudian dikenal sebagai Fakultas Teknik UGM.
Baca: KH Abdul Wahab Hasbullah dan Bung Karno Penggagas Halalbihalal di Indonesia
Herman meraih gelar sarjananya di STT, pada Oktober 1946. Saat kuliah, Herman aktif berorganisasi. Dia bergabung dalam Christen Studenten Vereniging (CSV), Indonesische Studenten Vereniging (ISV) dan Timorese Jongeren.
Dia juga tercatat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), pada 1945-1946 dan bergabung dengan Partai Indonesia Raya (PIR), pada 1948. Selain aktif di politik, Herman juga terlibat dalam bidang militer.
Dia mendapat tugas membangun laboratorium persenjataan bagi TNI. Tugas berat ini dipikulnya, hingga berhasil membuat sejumlah bahan peledak untuk perang melawan Belanda, termasuk bom asap dan granat tangan.
Saat Belanda menyerang Jogjakarta, Herman mendapat tugas dari Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade TNI untuk menghancurkan jembatan-jembatan penghubung Jogja dengan kota-kota lain, untuk menghadang musuh.
Baca: Riwayat Pulau Run, Koloni Inggris yang Ditukar Belanda dengan Manhattan New York
Baca: KH Abdul Wahab Hasbullah dan Bung Karno Penggagas Halalbihalal di Indonesia
Herman meraih gelar sarjananya di STT, pada Oktober 1946. Saat kuliah, Herman aktif berorganisasi. Dia bergabung dalam Christen Studenten Vereniging (CSV), Indonesische Studenten Vereniging (ISV) dan Timorese Jongeren.
Dia juga tercatat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), pada 1945-1946 dan bergabung dengan Partai Indonesia Raya (PIR), pada 1948. Selain aktif di politik, Herman juga terlibat dalam bidang militer.
Dia mendapat tugas membangun laboratorium persenjataan bagi TNI. Tugas berat ini dipikulnya, hingga berhasil membuat sejumlah bahan peledak untuk perang melawan Belanda, termasuk bom asap dan granat tangan.
Saat Belanda menyerang Jogjakarta, Herman mendapat tugas dari Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade TNI untuk menghancurkan jembatan-jembatan penghubung Jogja dengan kota-kota lain, untuk menghadang musuh.
Baca: Riwayat Pulau Run, Koloni Inggris yang Ditukar Belanda dengan Manhattan New York
Lihat Juga :