Pemprov Sulsel Wacanakan Tahan TPP ASN yang Belum Vaksin Booster

Selasa, 17 Mei 2022 - 21:13 WIB
loading...
Pemprov Sulsel Wacanakan...
Pemprov Sulsel mewacanakan akan menahan TPP ASN yang belum melakukan vaksinasi booster. Foto/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ( Pemprov Sulsel ) terus menggenjot cakupan vaksinasi Covid-19. Gerakan koordinasi antar daerah dan lintas sektor juga terus dimasifkan.

Gubenur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menuturkan pihaknya kini tengah merumuskan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk memaksimalkan cakupan vaksinasi.

Baca Juga: Provinsi Sulsel Belum Dapat Kuota Vaksin Booster

Salah satu yang menjadi fokus Pemprov Sulsel saat ini adalah percepatan vaksinasi booster bagi kelompok aparatur sipil negara (ASN).

Bahkan, Pemprov Sulsel mewacanakan akan menahan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) ASN yang belum melakukan vaksinasi booster. Hanya saja, Gubernur Sudirman menekankan bahwa hal tersebut perlu pengkajian lebih lanjut.

"Ini dirumuskan dulu. Intinya kami perintahkan bagaimana caranya untuk mempercepat booster," tegas dia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso, mengatakan sejauh ini cakupan vaksinasi dosis pertama dan kedua di kalangan ASN cukup menunjukkan angka yang positif. Hanya saja, vaksinasi booster memang masih tergolong rendah.

"Sebenarnya yang kemarin kami pantau itu vaksin satu dan dua cukup bagus. Hanya boosternya ini baru sekitar 49 persen. Masih ada 51 persen yang harus kita kejar," katanya.

Dengan adanya wacana penahanan TPP ASN, kata dia, dinilai akan memudahkan kerja Dinas Kesehatan untuk mengejar target vaksin booster bagi ASN.

"Pak Gubernur sudah perintahkan, kalau tidak booster, tidak terima TPP. Selesai persoalan, jadi tidak perlu lagi Dinkes door to door. Berarti teman-teman ASN harus mencari jalan untuk booster. Booster di mana saja kan tersedia," bebernya.

Selain ASN, percepatan vaksinasi juga akan difokuskan pada calon mahasiswa yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Rencananya, pihak Pemprov bakal menerbitkan surat edaran terkait percepatan vaksinasi di lingkungan perguruan tinggi.

"Mereka yang akan tes ujian masuk, akan diminta untuk memperlihatkan bukti vaksin booster . Jadi surat gubernur ini kami akan percepat untuk diserahkan ke Rektor perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," jelasnya.

Lebih jauh, seluruh kabupaten kota di Sulsel juga diberi penekanan agar menggenjot cakupan vaksinasinya. Bachtiar berujar, pihaknya akan mendorong seluruh Dinas Kesehatan di kabupaten/kota agar menyiapkan perangkat kesehatan mulai di tingkat puskesmas, posyandu, hingga puskesmas pembantu (pustu).

Pasalnya, target pertama vaksinasi dosis satu ditetapkan di angka 95 persen, dosis dua 80 persen, dan dosis tiga atau booster sebanyak 50 persen.

Baca Juga: Stok Vaksin Booster di Sulsel Melimpah Hadapi Libur Lebaran

"Kami berharap juga Pak Gubernur akan menyurati bupati dan wali kota, untuk meminta para camat, lurah, kepala desa, untuk mengantisipasi hal ini agar mencapai target itu," jelas dia.

Sejauh ini, per tanggal 15 Mei 2022, cakupan vaksinasi Sulsel untuk dosis pertama masih berada di angka 88,45 persen, dosis dua 64,72 persen, sementara booster 7,82 persen dengan total sasaran 7.058.141 warga.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov Sulsel: Pengalaman...
Pemprov Sulsel: Pengalaman Luas di Birokrasi Jadi Modal Berharga Abdul Hayat Gani Nakhodai DPW Perindo
MDA-Polda Sulsel Kerja...
MDA-Polda Sulsel Kerja Sama Perkuat Pengamanan dan Penegakan Hukum
Halikinnor-Irawati Berjuang...
Halikinnor-Irawati Berjuang Selesaikan Tunggakan TPP ASN Kotawaringin Timur
Kisah Pilu ASN di Pandeglang...
Kisah Pilu ASN di Pandeglang Terjerat Pinjol Gegara TPP Dipotong Pemerintah
Sulsel - Papua Barat...
Sulsel - Papua Barat Daya Sepakati Kerja Sama Pembangunan, Industri, dan Perdagangan
Ikut Mudik Gratis, Ratusan...
Ikut Mudik Gratis, Ratusan Warga Sulsel Dapat Paket Sembako
Masih Haruskah Vaksin...
Masih Haruskah Vaksin Booster Meski 99,2% Warga RI Sudah Punya Antibodi Covid-19?
Enam Tahun Beroperasi,...
Enam Tahun Beroperasi, Hotel Bintang Tiga Aset Pemprov Sulsel Kini Dikelola Swasta
Apdesi Dukung Program...
Apdesi Dukung Program Budidaya Pisang Pemprov Sulsel
Rekomendasi
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Berita Terkini
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Infografis
Misteri Batu Hidup yang...
Misteri Batu Hidup yang Tumbuh dan Bergerak Belum Terpecahkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved