Menengok Lokasi Syuting Desa Penari dalam Film KKN Desa Penari

Selasa, 17 Mei 2022 - 10:19 WIB
loading...
Menengok Lokasi Syuting...
Salah satu rumah yang digunakan untuk syuting film KKN Desa Penari.(MPI/erfan erlin)
A A A
YOGYAKARTA - Film KKN Desa Penari menjadi film produksi anak bangsa yang paling banyak diburu di bioskop-bioskop tanah air. Tak ada yang menyangka jika lokasi pengambilan gambar alias syuting lebih banyak di DIY. Padahal film tersebut berlatar cerita di Jawa Timur.

Pengambilan gambar justru ada di Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan juga Sleman. Di Kabupaten Gunungkidul diantaranya di Dusun Ngluweng Kalurahan Ngleri Kapanewon Playen dan di Hutan Wanagama. Sementara di Bantul lokasi syuting ada di Hutan Pinus Mangunan dan wisata Sungai Batu Kapal Piyungan. Sementara di Sleman ada di Kalikuning.

Baca juga: Harus Hati-hati Mengeluarkan Fatwa, TGB: Obat Saja Harus Ada BBPOM

Di Dusun Ngluweng Kalurahan Ngleri Kapanewon Playen Gunungkidul, warga sendiri tidak menyangka jika wilayah mereka dijadikan lokasi syuting film yang kini tengah ngehit tersebut. Dusun ini ternyata menjadi lokasi perkampungan dalam film KKN Desa Kenari.

Dusun Ngluweng, Istri Rahayu mengaku tidak mengetahui alasan mengapa wilayahnya dijadikan lokasi syuting Film KKN Desa Penari. Hanya saja memang ada dua rekannya yang mendatanginya untuk survei lokasi syuting sebuah film.

"Ya itu yang bawa kenalan saya. Mereka bilang jika dusun sini mau dijadikan lokasi syuting Film KKN Desa Penari,"ujar dia, Senin (16/5/2022) malam.

Setelah melalui survei beberapa kali, akhirnya syuting dilaksanakan. Syutingnya sendiri dilaksanakan pada bulan November 2019 yang lalu. Kala itu, pandemi COVID-memang sudah menjalar di sejumlah daerah termasuk di Gunungkidul.

Saat itu, ia berkenan memberikan ijin jika ijin dari pemerintah Kalurahan turun. Namun jika tidak maka ia tidak berani memberikan tempat untuk syuting film ini. Dan akhirnya syutingpun dimulai karena pemerintah Kalurahan memberikan ijin.

Di Dusun tersebut kru sama artis pemeran utama Film KKN Desa Penari tinggal selama sebulan untuk menyelesaikan syuting. Berbagai properti yang digunakan untuk syuting film tersebut diproduksi di dusun tersebut.

"Itu kendalanya karena hujan jadi molor 1 bulan. Katanya kalau ndak hujan ya bisa selesai 5 hari. Dan kalau bulan november kan musim penghujan,"ujar dia.

Ratusan orang kru film datang ke dusun tersebut membawa peralatan lengkap untuk syuting. Tiga rumah warga sempat digunakan sebagai lokasi posko termasuk rumahnya termasuk rumahnya sendiri digunakan untuk kumpul kru dan tempat menginap para artis.

4 rumah warga digunakan sebagai lokasi syuting film yang kini tengah ngehit ini. 4 rumah warga tersebut masing-masing rumah Ngadinah, Ngatimin, Marsono dan Ngadiyo. Namun rumah Ngadiyolah yang digunakan untuk rumah sentra syuting film KKN Desa Penari.

"Wis pokoknya ribet banget. Waktu syuting pas banyak kegiatan warga. Pas garap lahan karena musim tanam, musim hajatan dan juga musim hujan,"terang dia.

Istri menyebut, 4 rumah digunakan untuk lokasi syuting film. Di antaranya rumah Ngadinah yang digunakan sebagai lokasi Pak Prabu menyambut KKN dan menjadi posko KKN perempuan. Rumah Ngatimin digunakan untuk Posko KKN lelaki sebelum mereka pindah ke Posko KKN lebih besar.

Kemudian rumah Marsono yang dalam syuting digunakan untuk minum kopi pahit tetapi terasa manis. Rumah Ngatimin digunakan untuk bercengkerama di ruang tengah.

Rumah Ngadiyo menjadi sentra utama pengambilan gambar adegan di mana ada warga mengintip Widya namun yang terlihat hanya ular besar, tempat Bayu melempar kepala monyet dan tempat tubuh Bima dan Ayu terbujur kaku sebelum meninggal dunia.

"Rumah-rumah tersebut kini sebagian sudah berubah karena sudah mendapat bantuan Rumah Tapak Layak Huni (RTLH),"papar dia.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Film Jadi Media Edukasi bagi Anak dan Keluarga
BLDF Ajak Generasi Muda...
BLDF Ajak Generasi Muda Selamatkan Bumi lewat Serial 2125: Pesan dari Bumi
Keren! Isu Kesejahteraan...
Keren! Isu Kesejahteraan Petani Diangkat lewat Film Seribu Bayang Purnama
Fesbul Pilih Film Pendek...
Fesbul Pilih Film Pendek Asal Banjarmasin dan Sintang untuk Wakili Kalimantan
2 Film Pendek Sineas...
2 Film Pendek Sineas Kalimantan Siap Ikuti Perayaan Fesbul di Jakarta
Sineas Muda Sumatera...
Sineas Muda Sumatera Warnai Perayaan Festival Film di Jakarta
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Rekomendasi
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved