Heboh TPS Ilegal di Bekasi, Lima Tahun Petani Pebayuran Gagal Panen

Minggu, 15 Mei 2022 - 13:53 WIB
loading...
Heboh TPS Ilegal di...
TPS ilegali ini berdiri di antara permukiman warga dan lahan persawahan masyarakat di Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja., Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Foto/Istimewa
A A A
BEKASI - Tempat penampungan sampah (TPS) ilegal kembali muncul di Kabupaten Bekasi. Setelah TPS ilegal di pinggir Kali CBL, Tambun Selatan ditutup, kini terdapat TPS ilegal lain di Kecamatan Pebayuran.

TPS ilegal itu berdiri di antara permukiman warga dan lahan persawahan masyarakat di Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja. Konon, TPS ilegal tersebut telah beroperasi lebih dari lima tahun lamanya.

”Ini mah sudah lama banget ada di sini. Lebih dari lima tahun, baru saja sekarang menjadi heboh,” kata warga setempat bernama Abas (30), Minggu (15/5/2022). Baca juga: Gakkum KLHK Tindak Pengelola Pembuangan Sampah Ilegal di Bekasi

Abas menjelaskan warga setempat bahkan tak beritahu oleh pengelola ketika TPS pertama kali didirikan. Setelah bertahun-tahun, para warga merasa dirugikan lantaran TPS ilegal memberikan dampak yang buruk. ”Enggak ada minimal izin gitu ke warga, enggak ada,” tuturnya.

Warga lain bernama Ropiah (42) mengatakan sebelum dijadikan TPS ilegal, lokasi tersebut merupakan lahan persawahan. Saat pertama kali lahannya digarap, ia mengira akan dijadikan sebuah pabrik.”Awalnya mah ini sawah. Saya tahu pas awal digarap, kan dibabat-babatin tuh padinya. Saya kirain mau dibuat pabrik, enggak tahunya TPS,” kata Ropiah.

Para warga yang tinggal di dekat lokasi mengaku sering mengadukan hal tersebut kepada pemerintah desa setempat. Namun keluhan mereka tak diindahkan sehingga kini volume sampah semakin menumpuk. ”Tapi enggak ada yang respons. Maunya kami ditutup permanen,” ujarnya.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
Lesbumi PBNU Serahkan...
Lesbumi PBNU Serahkan Petisi Penolakan Aturan Turunan PP 28/2024 kepada Kementerian Kesehatan
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Rekomendasi
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Berita Terkini
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved