Banjir dan Tanah Longsor Terjadi di Mamuju, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak
Minggu, 15 Mei 2022 - 11:17 WIB
loading...
Sejumlah fasilitas umum rusak di Kabupaten Mamuju setelah dihantam banjir dan tanah longsor. Foto: Istimewa
A
A
A
MAMUJU - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Mamaju sejak Sabtu, (15/05/2022) mengakibatkan terjadi tanah longsor didua desa dan dua kecamatan yang berbeda.
Bahkan material longsor menutupi jalan poros Mamuju ke Palu Sulawesi tengah, akibatnya antrean panjang kendaraan baik yang akan ke Mamuju begitupun yang akan melintas ke palu. Termasuk sejumlah fasilitas umum rusak seperti kantor desa, jembatan hingga sekolah.
Baca Juga: Siaga Banjir, Pemkab Bekasi Normalisasi 47 Titik Banjir
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi barat Amri Eka Sakti mengatakan, tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Mamunyu Dusun Bambu dan Dusun Tumuku Kecamatan Mamunyu, kemudian Desa Sandoang Dusun Rantedoang dan Dusun Kamaka.
"Dalam kejadian tanah longsor tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja rumah milik warga yang ada di Dusun Bambu terendam banjir setinggi 20-40 cm," katanya.
Kepala Desa Bambu Hartono mengatakan bencana alam banjir tersebut juga juga menghantam kantor Desa Bambu hingga sejumlah arsip terbawa banjir.
"Selain kantor desa yang di terjang banjir, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bambu ke Dusun Bone Bone nyaris putus, kemudian sekolah menengah pertama SMP Bone Bone pagar roboh dan halamanya di penuhi lumpur," kata dia.
Bahkan material longsor menutupi jalan poros Mamuju ke Palu Sulawesi tengah, akibatnya antrean panjang kendaraan baik yang akan ke Mamuju begitupun yang akan melintas ke palu. Termasuk sejumlah fasilitas umum rusak seperti kantor desa, jembatan hingga sekolah.
Baca Juga: Siaga Banjir, Pemkab Bekasi Normalisasi 47 Titik Banjir
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi barat Amri Eka Sakti mengatakan, tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Mamunyu Dusun Bambu dan Dusun Tumuku Kecamatan Mamunyu, kemudian Desa Sandoang Dusun Rantedoang dan Dusun Kamaka.
"Dalam kejadian tanah longsor tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja rumah milik warga yang ada di Dusun Bambu terendam banjir setinggi 20-40 cm," katanya.
Kepala Desa Bambu Hartono mengatakan bencana alam banjir tersebut juga juga menghantam kantor Desa Bambu hingga sejumlah arsip terbawa banjir.
"Selain kantor desa yang di terjang banjir, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bambu ke Dusun Bone Bone nyaris putus, kemudian sekolah menengah pertama SMP Bone Bone pagar roboh dan halamanya di penuhi lumpur," kata dia.
Lihat Juga :