Pinrang Gempar! Siswa SMA Tampar Teman Wanita di Dalam Kelas, Sekolah Minta Bantuan Polisi

Sabtu, 14 Mei 2022 - 23:12 WIB
loading...
Pinrang Gempar! Siswa SMA Tampar Teman Wanita di Dalam Kelas, Sekolah Minta Bantuan Polisi
Seorang siswa SMA Negeri 9 Pinrang, dengan tega menampar teman wanitanya di dalam kelas. Foto/iNews TV/Erwin Eka Pratama
A A A
PINRANG - Aksi penganiayaan menggemparkan warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Seorang pelajar pria terekam menampar teman wanitanya di dalam kelas. Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat kedua pelajar tersebut sempat berbicara berhadap-hadapan.

Baca juga: Sejoli di Denpasar Bali Babak Belur Dikeroyok 4 Orang di Lampu Merah

Pelajar wanita yang terlihat duduk membelakangi kamera, hanya diam saat pelajar pria yang berdiri di depannya nampak emosi memarahinya. Selang beberapa detik kemudian, pelajar pria tersebut langsung berdiri dan menampar wajah teman wanitanya dengan sangat keras.



Video berdurasi 20 detik, yang memperlihatkan aksi penganiayaan pelajar pria terhadap teman wanitanya di dalam kelas, langsung viral. Penganiayaan itu ternyata terjadi beberapa waktu lalu, di dalam salah satu ruang kelas di SMA Negeri 9 Pinrang.

Baca juga: Dugaan Perselingkuhannya Dilaporkan Polwan Briptu Suci ke Polda Sumsel, 2 PNS Diperiksa 10 Jam



Dugaan sementara, penganiayaan tersebut dipicu karena pelajar pria itu marah karena merasa tidak dianggap oleh teman wanitanya. Keduanya diduga menjalin hubungan asmara dan sama-sama duduk di bangku kelas 10 SMA Negeri 9 Pinrang.

Kepala UPT SMA Negeri 9 Pinrang, Andi Thamrin mengatakan, saat ini tengah berupaya menyelesaikan persoalan penganiayaan tersebut dengan cara kekeluargaan. "Kami berupaya menyelesaikannya secara kekeluargaan, dengan cara mempertemukan pelajar pria itu bersama keluarga siswi yang dipukulnya," ungkapnya.

Baca juga: Sembuh Usai 1 Bulan Koma Akibat COVID-19, Pengusaha Semarang Langsung Bagikan 1.500 Paket Sembako

Selain melakukan upaya penyelesaian penganiayaan ini secara kekeluargaan, dia mengaku, sekolah juga telah meminta bantuan pihak kepolisian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat videonya sudah viral hingga memicu kemarahan pihak lainnya.
(eyt)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1903 seconds (10.101#12.26)