Meningkat di Tengah Pandemi, Banten Jadi Primadona Investasi
Selasa, 10 Mei 2022 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
“Tapi karena strategi pemasaran dan sosialisasi kita yang maksimal dan massif, akhirnya capaian nilai investasi kita cukup tinggi,” ucapnya dalam keterangannya, Selasa (10/5/2022).
Sekadar informasi, dalam 4 tahun terakhir, realisasi investasi di Banten juga cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, realisasi investasi sebesar Rp56,52 triliun dari target Rp52,40. Lalu di 2019 sempat mengalami penurunan yakni Rp48,70 triliun dari target Rp60,80 triliun, 2020 meningkat lagi menjadi Rp62,01 triliun dari target Rp49 triliun, dan di 2021 sebesar Rp58 triliun dari target Rp51,30 triliun.
Salah satu faktor penting dalam mendorong kegiatan investasi adalah infrastruktur yang pendukung. Selama empat tahun terakhir Gubernur WH dan Wagub Andika, berhasil membangun infrastuktur jalan yang menjadi kewenangan provinsi dalam kondisi mantap telah mencapai 99 persen dari 762,026 km.
Selain itu, guna mendukung aktivitas ekonomi dan kemudahan berusaha di Banten, pemerintah pusat juga telah menetapkan dan merealisasikan beberapa proyek strategis nasional diantaranya Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,67 km sebagai akses wisata kawasan Lebak dan Pandeglang.
Akses jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,5 Km sudah beroperasi. Kemudian, Bendungan Sindang Heula dan Bendungan Karian. Jalan Tol Kunciran-Serpong (11,19 Km). Jalan Tol Serpong-Cinere (10,14 Km).
Ketersedaan air baku yang melimpah sangat penting dalam mendorong aktivitas investasi sektor industri dan perumahan. Saat ini, Banten memiliki 2 bendungan yang menjadi penyuplai kebutuhan air baku, yakni Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang dan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak.
![Meningkat di Tengah Pandemi, Banten Jadi Primadona Investasi]()
Bendungan Sindangheula menyediakan kebutuhan air baku hingga 800 liter per detik dengan kapasitas tampung sebesar 9,30 juta meter kubik. Untuk menyuplai kebutuhan energi lsitrik, bendungan ini mampu menghasilkan 0,40 megawatt. Sementara itu, Bendungan Karian yang ditargetkan selesai pada tahun ini memiliki kapasitas tampung air sebanyak 314,7 juta meter kubik dengan pasokan air baku sebesar 9,10 meter kubik perdetik dan menghasilkan listrik sebesar 0,65 megawatt.
Sekadar informasi, dalam 4 tahun terakhir, realisasi investasi di Banten juga cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, realisasi investasi sebesar Rp56,52 triliun dari target Rp52,40. Lalu di 2019 sempat mengalami penurunan yakni Rp48,70 triliun dari target Rp60,80 triliun, 2020 meningkat lagi menjadi Rp62,01 triliun dari target Rp49 triliun, dan di 2021 sebesar Rp58 triliun dari target Rp51,30 triliun.
Salah satu faktor penting dalam mendorong kegiatan investasi adalah infrastruktur yang pendukung. Selama empat tahun terakhir Gubernur WH dan Wagub Andika, berhasil membangun infrastuktur jalan yang menjadi kewenangan provinsi dalam kondisi mantap telah mencapai 99 persen dari 762,026 km.
Selain itu, guna mendukung aktivitas ekonomi dan kemudahan berusaha di Banten, pemerintah pusat juga telah menetapkan dan merealisasikan beberapa proyek strategis nasional diantaranya Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,67 km sebagai akses wisata kawasan Lebak dan Pandeglang.
Akses jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,5 Km sudah beroperasi. Kemudian, Bendungan Sindang Heula dan Bendungan Karian. Jalan Tol Kunciran-Serpong (11,19 Km). Jalan Tol Serpong-Cinere (10,14 Km).
Ketersedaan air baku yang melimpah sangat penting dalam mendorong aktivitas investasi sektor industri dan perumahan. Saat ini, Banten memiliki 2 bendungan yang menjadi penyuplai kebutuhan air baku, yakni Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang dan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak.

Bendungan Sindangheula menyediakan kebutuhan air baku hingga 800 liter per detik dengan kapasitas tampung sebesar 9,30 juta meter kubik. Untuk menyuplai kebutuhan energi lsitrik, bendungan ini mampu menghasilkan 0,40 megawatt. Sementara itu, Bendungan Karian yang ditargetkan selesai pada tahun ini memiliki kapasitas tampung air sebanyak 314,7 juta meter kubik dengan pasokan air baku sebesar 9,10 meter kubik perdetik dan menghasilkan listrik sebesar 0,65 megawatt.
Lihat Juga :