DPRD Keerom Desak Audit Pembangunan Dermaga yang Mangkrak di Towe
Minggu, 21 Juni 2020 - 04:11 WIB
loading...
A
A
A
Dirinya meminta proyek yang diketahuinya bersumber dari Dana Otsus atau DAK Afirmatif 2019 yang menelan anggaran Rp 600 juta tersebut diaudit.
"Tak heran proyek ini membuat masyarakat tak puas. Maka kami minta agar dilakukan audit terhadap proyek ini, apakah benar kehadiran dermaga ini hadir karena permintaan masyarakat atau keinginan dari dinas, karena rasanya tak mungkin kalau masyarakat di sana meminta dermaga sementara di kampung mereka tak ada sungai yang bisa dilewati perahu," tegasnya.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Keerom Ahmad Mbara turut menyesalkan pembangunan dermaga dengan kondisi debit air dan lokasi yang tidak tepat tersebut.
Meski diakui pihaknya belum meninjau langsung dermaga tersebut, namun berdasar informasi warga setempat dan pemberitaan media bahwa dermaga mangkrak.
Sungai yang oleh warga setempat awalnya digunakan untuk Cuci Piring dan cuci pakaian lantas sekarang dangkal tersebut, sangat tidak layak digunakan sebagai dermaga.
"Tak heran proyek ini membuat masyarakat tak puas. Maka kami minta agar dilakukan audit terhadap proyek ini, apakah benar kehadiran dermaga ini hadir karena permintaan masyarakat atau keinginan dari dinas, karena rasanya tak mungkin kalau masyarakat di sana meminta dermaga sementara di kampung mereka tak ada sungai yang bisa dilewati perahu," tegasnya.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Keerom Ahmad Mbara turut menyesalkan pembangunan dermaga dengan kondisi debit air dan lokasi yang tidak tepat tersebut.
Meski diakui pihaknya belum meninjau langsung dermaga tersebut, namun berdasar informasi warga setempat dan pemberitaan media bahwa dermaga mangkrak.
Sungai yang oleh warga setempat awalnya digunakan untuk Cuci Piring dan cuci pakaian lantas sekarang dangkal tersebut, sangat tidak layak digunakan sebagai dermaga.
Lihat Juga :