KPK Usut Pembelian Rumah Bupati Solok Selatan
Sabtu, 25 April 2020 - 05:56 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
SOLOK SELATAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan transaksi pembelian aset rumah oleh tersangka Bupati Solok Selatan sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Solok Selatan Muzni Zakaria (mengundurkan diri).
Pelaksana tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengungkapkan, Muzni Zakaria merupakan tersangka penerima suap pengurusan dua proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pertanahan (PUTRP) Pemkab Solok Selatan tahun anggaran 2018.
Masing-masing paket pengerjaan pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dengan pagu anggaran sekitar Rp55 miliar dan pembangunan Jembatan Ambayan dengan anggaran Rp14,8 miliar.
Muzni disangkakan menerima suap Rp460 juta dari terdakwa pemberi suap pemilik Grup Dempo sekaligus pemilik PT Dempo Bangun Bersama (BPP) Muhammad Yamin Kahar. Selain Rp460 juta, Yamin juga diduga telah memberikan suap Rp315 juta ke sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Solok Selatan.
Dalam proses penyidikan kasus ini, tim penyidik menemukan dugaan transaksi uang pembelian rumah dengan mengatasnamakan anak kandung Muzni. Ali membeberkan uang yang dipakai diduga bukan merupakan hasil usaha yang sah Muzni. Pada Kamis (23/4/2020), penyidik telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Muzni.
Pelaksana tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengungkapkan, Muzni Zakaria merupakan tersangka penerima suap pengurusan dua proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pertanahan (PUTRP) Pemkab Solok Selatan tahun anggaran 2018.
Masing-masing paket pengerjaan pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dengan pagu anggaran sekitar Rp55 miliar dan pembangunan Jembatan Ambayan dengan anggaran Rp14,8 miliar.
Muzni disangkakan menerima suap Rp460 juta dari terdakwa pemberi suap pemilik Grup Dempo sekaligus pemilik PT Dempo Bangun Bersama (BPP) Muhammad Yamin Kahar. Selain Rp460 juta, Yamin juga diduga telah memberikan suap Rp315 juta ke sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Solok Selatan.
Dalam proses penyidikan kasus ini, tim penyidik menemukan dugaan transaksi uang pembelian rumah dengan mengatasnamakan anak kandung Muzni. Ali membeberkan uang yang dipakai diduga bukan merupakan hasil usaha yang sah Muzni. Pada Kamis (23/4/2020), penyidik telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Muzni.
Lihat Juga :