Kepala BNPB: Perlu Peran Aktif Pentaheliks untuk Kurangi Resiko Bencana
Selasa, 26 April 2022 - 03:25 WIB
loading...
A
A
A
Suharyanto berharap, kesiapsiagaan masyarakat di Gunung Merapi dapat menjadi contoh daerah lain, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di gunung berapi lainnya, mengingat Indonesia memiliki 127 gunung api yang masih aktif.
Terakhir, Suharyanto mengimbau kepada seluruh unsur pentaheliks untuk berpartisipasi dalam puncak peringatan HKB 2022 dengan membunyikan lonceng atau sirine pukul 10.00 wakti setempat dan melakukan simulasi evakuasi mandiri. Baca juga: Kepala BNPB Sebut Indonesia Supermarket Bencana
Untuk itu peringatan HKB yang diselenggarakan setiap tahunnya bukan hanya sekadar perayaan seremonial. Namun sebagai media untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan sebagai bangsa, khususnya masyarakat yang ada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana.
Hal yang sama diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG), Prof. Dwikorita Karnawati. Ia mengatakan HKB menjadi penting Karen setelah masyarakat memahami informasi tersebut, belum tentu menjamin mereka mau melakukan upaya-upaya yang direkomendasikan.
Sehingga HKB dapat menjadi media edukasi dan sosialisasi respon awal kesiapsiagaan menghadapi bencana. "Diharpkan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana dapat menjadi tempat kita untuk menguji dan melatih hingga akhirnya menjadi budaya yang tersistem dalam struktur kehidupan masyarakat kita," terang mantan Rektor UGM itu.
Terakhir, Suharyanto mengimbau kepada seluruh unsur pentaheliks untuk berpartisipasi dalam puncak peringatan HKB 2022 dengan membunyikan lonceng atau sirine pukul 10.00 wakti setempat dan melakukan simulasi evakuasi mandiri. Baca juga: Kepala BNPB Sebut Indonesia Supermarket Bencana
Untuk itu peringatan HKB yang diselenggarakan setiap tahunnya bukan hanya sekadar perayaan seremonial. Namun sebagai media untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan sebagai bangsa, khususnya masyarakat yang ada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana.
Hal yang sama diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG), Prof. Dwikorita Karnawati. Ia mengatakan HKB menjadi penting Karen setelah masyarakat memahami informasi tersebut, belum tentu menjamin mereka mau melakukan upaya-upaya yang direkomendasikan.
Sehingga HKB dapat menjadi media edukasi dan sosialisasi respon awal kesiapsiagaan menghadapi bencana. "Diharpkan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana dapat menjadi tempat kita untuk menguji dan melatih hingga akhirnya menjadi budaya yang tersistem dalam struktur kehidupan masyarakat kita," terang mantan Rektor UGM itu.
(don)
Lihat Juga :