Gubernur Sulsel Ingatkan Masyarakat Taati Aturan saat Mudik
Jum'at, 22 April 2022 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Usai melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2022 , Gubernur Sudirman menyampaikan tahun ini, pemerintah telah memberikan kebijakan dalam pelaksanaan mudik. “Olehnya itu, kita tetap harus mengikuti kebijakan-kebijakan dan aturan yang berlaku, seperti cakupan vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan 3M,” pintanya.
“Untuk seluruh masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan, tetap jaga kesehatan dan fisik sebelum melaksanakan perjalanan mudik. Serta mentaati aturan dalam berkendara. Tetap jaga aman, imun, dan senantiasa berdoa semoga kita selalu diberi kesehatan dan keamanan dalam menjalankan aktivitas,” tuturnya.
Baca Juga: Kapolres Sinjai Pimpin Apel Kesiapan Operasi Ketupat 2022
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana, pada kesempatan itu menjelaskan, bahwa dalam Operasi Ketupat di wilayahnya dilibatkan 4.409 personil. Rinciannya yakni 2.200-an anggota Polri dan 2.100-an merupakan gabungan dari instansi.
“Jadi ini adalah operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan dalam hal ini kami mengedepankan fungsi preventif, kemudian juga didukung dengan penegakan hukum. Adapun tujuannya adalah terjaminnya rasa aman bagi masyarakat selama pelaksanaan bulan puasa, kemudian Lebaran dan pasca Hari Raya Idul Fitri. Kedua, terjaminnya juga, ketersediaan bahan pangan, kita tahu beberapa waktu lalu ada sedikit kendala di masalah pangan,” jelasnya.
“Untuk seluruh masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan, tetap jaga kesehatan dan fisik sebelum melaksanakan perjalanan mudik. Serta mentaati aturan dalam berkendara. Tetap jaga aman, imun, dan senantiasa berdoa semoga kita selalu diberi kesehatan dan keamanan dalam menjalankan aktivitas,” tuturnya.
Baca Juga: Kapolres Sinjai Pimpin Apel Kesiapan Operasi Ketupat 2022
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana, pada kesempatan itu menjelaskan, bahwa dalam Operasi Ketupat di wilayahnya dilibatkan 4.409 personil. Rinciannya yakni 2.200-an anggota Polri dan 2.100-an merupakan gabungan dari instansi.
“Jadi ini adalah operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan dalam hal ini kami mengedepankan fungsi preventif, kemudian juga didukung dengan penegakan hukum. Adapun tujuannya adalah terjaminnya rasa aman bagi masyarakat selama pelaksanaan bulan puasa, kemudian Lebaran dan pasca Hari Raya Idul Fitri. Kedua, terjaminnya juga, ketersediaan bahan pangan, kita tahu beberapa waktu lalu ada sedikit kendala di masalah pangan,” jelasnya.
(tri)
Lihat Juga :