Hari Bumi Dunia, Salim Segaf Ajak Negara ASEAN Tekan Emisi Gas Karbon
Jum'at, 22 April 2022 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Sosial Indonesia pada periode 2009-2014 ini mengatakan dengan merujuk pada bukti ilmiah bahwa konsentrasi gas rumah kaca saat ini telah melampaui target yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, di mana semua negara berkomitmen untuk menekan pemanasan hingga di bawah 2 derajat celcius.
“Kita perlu belajar dan bekerjasama dengan negara-negara ASEAN, khususnya Malaysia sebagai negara terdekat dan serumpun. Pemerintah Malaysia memiliki program yang terukur dalam merespon pemanasan global dan punya komitmen untuk mengurangi 45 persen emisi karbon pada tahun 2030. Bahkan tahun 2019 pun negara ini masih bisa mengurangi intensitas emisinya sampai 33 persen.”
Menurut Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi dan Oman yang akrab dipanggil Doktor Salim ini, Malaysia memiliki kebijakan energi nasional yang komprehensif, salah satunya penetapan harga karbon dan pajak karbon yang akan diperkenalkan sebagai strategi pembangunan rendah karbon tahun 2022.
“Indonesia punya kedekatan historis dan psikologis yang panjang dengan Malaysia, dan saya pikir untuk menghadapi masalah besar seperti global warning ini kita harus kerjasama dengan negara yang punya peta jalan yang serius dan lengkap untuk menangani krisis global ini,” ungkapnya.
Baca Juga: Rayakan Hari Bumi, Burberry Hadirkan Koleksi Ramah Lingkungan
“Kita perlu belajar dan bekerjasama dengan negara-negara ASEAN, khususnya Malaysia sebagai negara terdekat dan serumpun. Pemerintah Malaysia memiliki program yang terukur dalam merespon pemanasan global dan punya komitmen untuk mengurangi 45 persen emisi karbon pada tahun 2030. Bahkan tahun 2019 pun negara ini masih bisa mengurangi intensitas emisinya sampai 33 persen.”
Menurut Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi dan Oman yang akrab dipanggil Doktor Salim ini, Malaysia memiliki kebijakan energi nasional yang komprehensif, salah satunya penetapan harga karbon dan pajak karbon yang akan diperkenalkan sebagai strategi pembangunan rendah karbon tahun 2022.
“Indonesia punya kedekatan historis dan psikologis yang panjang dengan Malaysia, dan saya pikir untuk menghadapi masalah besar seperti global warning ini kita harus kerjasama dengan negara yang punya peta jalan yang serius dan lengkap untuk menangani krisis global ini,” ungkapnya.
Baca Juga: Rayakan Hari Bumi, Burberry Hadirkan Koleksi Ramah Lingkungan
Lihat Juga :