PKS Bantah Isue Komunisme dalam RUU HIP sebagai Upaya Pembodohan Terhadap Publik
Jum'at, 19 Juni 2020 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Diakui Teddy, tudingan isu komunisme sebagai upaya provokasi dan pembodohan masyarakat mencuat sebagai respons atas pernyataannya bersama Anggota Komisi II DPR dari Partai Gerindra, Sodhik Mujahid yang mengusung tema "Final Penolakan Tokoh Jabar Terhadap RUU HIP" di Wisma Rinjani Bandung, Kamis, 11 Juni 2020 lalu.
Dalam kesempatan itu, kata Teddy, dirinya menyebut bahwa RUU HIP membuka peluang terjadinya penyusupan ideologi terlarang yang selama ini diharamkan di Indonesia. Pasalnya, ada beberapa ketentuan yang sejauh ini belum dimasukkan oleh DPR sebagai peneguh ideologi Pancasila terhadap ideologi lain.
"Saya bersama Pak Sodhiq kan anggota DPR Dapil Jabar 1, Kota Bandung dan Kota Cimahi, diundang oleh tokoh Sunda Jawa Barat ada Kang Cece, Ceu Popong, Kang Didin Maulani, Kang Memed, Jendral Ruchiyat, dan tokoh Sunda lainnya. Temanya dialog final tokoh Jawa Barat menolak RUU HIP," ungkapnya.
Menurutnya, tidak ada sedikit pun unsur memprovokasi, apalagi membodohi masyarakat lewat pernyataannya dalam diskusi tersebut. Justru, lanjut dia, diskusi tersebut ditujukan untuk memperjuangkan ideologi Pancasila yang terancam diperas akibat RUU HIP yang dinisiatori Badan Legislasi DPR.
"Kalau saya dituduh memprovokasi dan membodohi masyarakat dengan isu komunisme, ya salah alamat. Harusnya tanyakan kepada yang menolak memasukan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 sebagai konsideran dalam draft RUU HIP ini. Kalo sudah tidak ada yang menolak TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 dijadikan konsideran berarti sudah clear, PKI dan ajaran komunisme terlarang di Indonesia, gak ada celah buat bangkit lagi," bebernya.
Dalam kesempatan itu, kata Teddy, dirinya menyebut bahwa RUU HIP membuka peluang terjadinya penyusupan ideologi terlarang yang selama ini diharamkan di Indonesia. Pasalnya, ada beberapa ketentuan yang sejauh ini belum dimasukkan oleh DPR sebagai peneguh ideologi Pancasila terhadap ideologi lain.
"Saya bersama Pak Sodhiq kan anggota DPR Dapil Jabar 1, Kota Bandung dan Kota Cimahi, diundang oleh tokoh Sunda Jawa Barat ada Kang Cece, Ceu Popong, Kang Didin Maulani, Kang Memed, Jendral Ruchiyat, dan tokoh Sunda lainnya. Temanya dialog final tokoh Jawa Barat menolak RUU HIP," ungkapnya.
Menurutnya, tidak ada sedikit pun unsur memprovokasi, apalagi membodohi masyarakat lewat pernyataannya dalam diskusi tersebut. Justru, lanjut dia, diskusi tersebut ditujukan untuk memperjuangkan ideologi Pancasila yang terancam diperas akibat RUU HIP yang dinisiatori Badan Legislasi DPR.
"Kalau saya dituduh memprovokasi dan membodohi masyarakat dengan isu komunisme, ya salah alamat. Harusnya tanyakan kepada yang menolak memasukan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 sebagai konsideran dalam draft RUU HIP ini. Kalo sudah tidak ada yang menolak TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 dijadikan konsideran berarti sudah clear, PKI dan ajaran komunisme terlarang di Indonesia, gak ada celah buat bangkit lagi," bebernya.
Lihat Juga :