Pemkab Asahan Belum Berdaya Atasi Banjir
Jum'at, 19 Juni 2020 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Jika merunut 3 tahun ke belakang--2017-2019, BPBD Asahan mencatat jumlah bencana banjir yang terjadi sebanyak 205 kejadian. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp8,3 miliar.
Pada 2017 bencana banjir sebanyak 106 kejadian, tersebar di 30 desa/kelurahan, meliputi 4 kecamatan. Sebanyak 1.114 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana alam itu. Kemudian pada 2018, sebanyak 68 kejadian, terjadi di-24 desa/kelurahan, meliputi 12 kecamatan. Sebanyak 2.122 KK terdampak.
Sementara pada 2019, sebanyak 31 kejadian, di-24 desa, meliputi 6 kecamatan. Sebanyak 1.340 KK terdampak. "Sedangkan dari Januari hingga Juni (2020), sudah 18 kejadian, di-15 desa, meliputi 9 kecamatan," ujarnya. (BACA JUGA: Puluhan Eks Karyawan Hadang Truk Keluar dari Pabrik Crumb Rubber di Asahan)
Jika terjadi banjir, menurut dia, ketinggian air bervariasi, sesuai dengan tinggi permukaan daerah masing-masing. Pada umumnya, ketinggian air bisa mencapai 1m lebih. "Tapi biasanya, air akan menyusut dalam waktu 12 jam, dengan catatan tidak ada hujan lanjutan di hulu," pungkasnya.
Terkait persoalan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Asahan belum memberikan tanggapan. Konfirmasi melalui aplikasi pesan Whatsapp kepada Sekretaris Bappeda, Muhammad Syafiq mengenai perencanaan pembangunan dalam mengatasi banjir belum berbalas.
Pada 2017 bencana banjir sebanyak 106 kejadian, tersebar di 30 desa/kelurahan, meliputi 4 kecamatan. Sebanyak 1.114 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana alam itu. Kemudian pada 2018, sebanyak 68 kejadian, terjadi di-24 desa/kelurahan, meliputi 12 kecamatan. Sebanyak 2.122 KK terdampak.
Sementara pada 2019, sebanyak 31 kejadian, di-24 desa, meliputi 6 kecamatan. Sebanyak 1.340 KK terdampak. "Sedangkan dari Januari hingga Juni (2020), sudah 18 kejadian, di-15 desa, meliputi 9 kecamatan," ujarnya. (BACA JUGA: Puluhan Eks Karyawan Hadang Truk Keluar dari Pabrik Crumb Rubber di Asahan)
Jika terjadi banjir, menurut dia, ketinggian air bervariasi, sesuai dengan tinggi permukaan daerah masing-masing. Pada umumnya, ketinggian air bisa mencapai 1m lebih. "Tapi biasanya, air akan menyusut dalam waktu 12 jam, dengan catatan tidak ada hujan lanjutan di hulu," pungkasnya.
Terkait persoalan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Asahan belum memberikan tanggapan. Konfirmasi melalui aplikasi pesan Whatsapp kepada Sekretaris Bappeda, Muhammad Syafiq mengenai perencanaan pembangunan dalam mengatasi banjir belum berbalas.
(vit)
Lihat Juga :