Terus Bertumbuh, Pelaku UMKM di Gowa Didorong Naik Kelas
Senin, 18 April 2022 - 22:44 WIB
loading...
Pelaku UMKM di Gowa yang terus bertumbuh kini didorong untuk dapat naik kelas. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
GOWA - Pertumbuhan pelaku usaha , khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Gowa mengalami peningkatan cukup signifikan, meski di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, secara bertahap mereka akan didorong untuk naik kelas.
Dinas Koperasi dan UMKM Gowa mencatat pada 2019, jumlah UMKM sebanyak 7.233 usaha yang terbagi 4.028 usaha mikro, 2.944 usaha kecil, dan 261 usaha menengah. Kemudian pada 2020 melonjak signifikan menjadi 40.786 usaha yang terbagi 37.341 usaha mikro, 3.179 usaha kecil dan 266 usaha menengah.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Masyarakat, UMKM Gowa Diminta Terus Berinovasi
Selanjutnya pada 2021, Dinas Koperasi dan UMKM Gowa mencatat sebanyak 56.490 pelaku UMKM yang terdiri dari 53.045 usaha mikro, 3.179 usaha kecil dan 266 usaha menengah. Kemudian di awal 2022 ini data terakhir tercatat 63.402 yang tercatat beroperasi secara by name by adress.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Gowa, Andy Aziz Pieter, mengatakan pelaku UMKM yang ada di wilayahnya kini didorong dapat naik kelas. Mereka didorong mampu memanfaatkan sistem pemasaran produk usaha, dengan menembus sistem pemasaran digital atau online dengan tujuan market yang lebih luas.
“Jadi nantinya kita ingin pelaku UMKM ini bisa meninggalkan pemasaran cara-cara lama atau konvensional dengan masuk ke proses digital,”kata Aziz.
Menurut dia, pelaku UMKM perlu menembus sistem pemasaran online ini dalam rangka peningkatan mutu dan market. Sebab, jika di era perkembangan digital, UMKM masih mengandalkan sistem konvensional atau tradisional tanpa melakukan terobosan dan inovasi maka perkembangan usahanya dipastikan tidak dapat berkembang dengan maksimal.
“Hal ini juga sejatinya membutuhkan dukungan dan sinergitas dari beberapa instansi terkait. Termasuk pula lembaga-lembaga yang memiliki program yang sama, begitupun keterlibatan perbankan dalam memberikan kemudahan mengakses kredit usaha,” terangnya.
Beberapa langkah awal telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mewujudkan target tersebut. Di antaranya, melalui kebijakan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, yang mendorong agar bagaimana produk-produk pelaku UMKM dapat dimasukkan ke dalam E-Katalog pengadaan barang dan jasa, hingga melakukan peningkatan pada skala produksi usaha melalui bimbingan teknis maupun sosialisasi.
Selain itu, juga menggandeng sejumlah pihak-pihak terkait dalam rangka membantu peningkatakan kualitas produk, hingga perluasan pemasaran seperti yang dituangkan pada perjanjian kerja sama antara Dinas Koperasi dan UKM Gowa dengan PT Gojek Indonesia. Upaya dalam membantu peningkatan pelaku UMKM ini bukan hanya difokuskan pada pelaku usaha di wilayah dataran rendah, tetapi juga menyasar para pelaku-pelaku UMKM di dataran tinggi.
“Kita juga telah menggandeng PT Telkom untuk memberikan pelatihan bisnis kepada para pelaku UMKM kita, seperti teknik pemasaran online,” katanya.
Baca Juga: Sinergi BUMN dan Pemprov Sulsel Kembangkan UMKM Gowa Diapresiasi
Sebelumnya, Bupati Adnan mengatakan, pihaknya secara bertahap melakukan upaya-upaya preventif dalam mendorong peningkatan pelaku usaha UMKM. Tak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk dan kemasan para pelaku UMKM , tetapi juga memfokuskan pada tahapan pemasaran dengan memanfaatkan layanan perkembangan teknologi digitalisasi.
"Saat ini sistem pemasaran digital harus sudah bisa kita manfaatkan agar tidak ketinggalan zaman. Apalagi di tengah perkembangan masyarakat saat ini yang semuanya ingin mudah dan cepat, sistem pemasaran digital pun menjadi solusi," katanya.
Dinas Koperasi dan UMKM Gowa mencatat pada 2019, jumlah UMKM sebanyak 7.233 usaha yang terbagi 4.028 usaha mikro, 2.944 usaha kecil, dan 261 usaha menengah. Kemudian pada 2020 melonjak signifikan menjadi 40.786 usaha yang terbagi 37.341 usaha mikro, 3.179 usaha kecil dan 266 usaha menengah.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Masyarakat, UMKM Gowa Diminta Terus Berinovasi
Selanjutnya pada 2021, Dinas Koperasi dan UMKM Gowa mencatat sebanyak 56.490 pelaku UMKM yang terdiri dari 53.045 usaha mikro, 3.179 usaha kecil dan 266 usaha menengah. Kemudian di awal 2022 ini data terakhir tercatat 63.402 yang tercatat beroperasi secara by name by adress.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Gowa, Andy Aziz Pieter, mengatakan pelaku UMKM yang ada di wilayahnya kini didorong dapat naik kelas. Mereka didorong mampu memanfaatkan sistem pemasaran produk usaha, dengan menembus sistem pemasaran digital atau online dengan tujuan market yang lebih luas.
“Jadi nantinya kita ingin pelaku UMKM ini bisa meninggalkan pemasaran cara-cara lama atau konvensional dengan masuk ke proses digital,”kata Aziz.
Menurut dia, pelaku UMKM perlu menembus sistem pemasaran online ini dalam rangka peningkatan mutu dan market. Sebab, jika di era perkembangan digital, UMKM masih mengandalkan sistem konvensional atau tradisional tanpa melakukan terobosan dan inovasi maka perkembangan usahanya dipastikan tidak dapat berkembang dengan maksimal.
“Hal ini juga sejatinya membutuhkan dukungan dan sinergitas dari beberapa instansi terkait. Termasuk pula lembaga-lembaga yang memiliki program yang sama, begitupun keterlibatan perbankan dalam memberikan kemudahan mengakses kredit usaha,” terangnya.
Beberapa langkah awal telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mewujudkan target tersebut. Di antaranya, melalui kebijakan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, yang mendorong agar bagaimana produk-produk pelaku UMKM dapat dimasukkan ke dalam E-Katalog pengadaan barang dan jasa, hingga melakukan peningkatan pada skala produksi usaha melalui bimbingan teknis maupun sosialisasi.
Selain itu, juga menggandeng sejumlah pihak-pihak terkait dalam rangka membantu peningkatakan kualitas produk, hingga perluasan pemasaran seperti yang dituangkan pada perjanjian kerja sama antara Dinas Koperasi dan UKM Gowa dengan PT Gojek Indonesia. Upaya dalam membantu peningkatan pelaku UMKM ini bukan hanya difokuskan pada pelaku usaha di wilayah dataran rendah, tetapi juga menyasar para pelaku-pelaku UMKM di dataran tinggi.
“Kita juga telah menggandeng PT Telkom untuk memberikan pelatihan bisnis kepada para pelaku UMKM kita, seperti teknik pemasaran online,” katanya.
Baca Juga: Sinergi BUMN dan Pemprov Sulsel Kembangkan UMKM Gowa Diapresiasi
Sebelumnya, Bupati Adnan mengatakan, pihaknya secara bertahap melakukan upaya-upaya preventif dalam mendorong peningkatan pelaku usaha UMKM. Tak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk dan kemasan para pelaku UMKM , tetapi juga memfokuskan pada tahapan pemasaran dengan memanfaatkan layanan perkembangan teknologi digitalisasi.
"Saat ini sistem pemasaran digital harus sudah bisa kita manfaatkan agar tidak ketinggalan zaman. Apalagi di tengah perkembangan masyarakat saat ini yang semuanya ingin mudah dan cepat, sistem pemasaran digital pun menjadi solusi," katanya.
(tri)
Lihat Juga :