Miris! Honor Ribuan Pegawai Pendukung PON XX Papua 6 Bulan Belum Dibayar

Minggu, 17 April 2022 - 19:10 WIB
loading...
Miris! Honor Ribuan...
Sejumlah sopir angkutan catering saat PON XX Papua yang digelar Oktober 2021. Namun sayang, honor mereka kini belum dibayarkan. Foto: Istimewa
A A A
JAYAPURA - Pelaksanaan PON XX Papua Oktober 2021 tahun lalu sukses digelar, meski demikian, masih menyisahkan sejumlah masalah yang perlu segera ditangani oleh panitia dalam hal ini pemerintah daerah dan pusat ( Kemenpora ).

Hingga kini, sejumlah pihak yang belum mendapatkan sisa honor atau pembayaran dari panitia PON yaitu PB PON dan Kemenpora di antaranya, sopir angkutan catering , pedagang sembako , pegawai catering dan lainnya baru menerima pembayaran 20 persen.

Baca juga: Usai Didemo Warga, Ganti Rugi Lahan Jalan Alternatif PON XX Papua Akhirnya Dibayar

Para pegawai pendukung tersebut tergabung dalam 24 vendor atau pihak ketiga yang diminta untuk mensukseskan gelaran PON XX yang di klaim tersukses tersebut.

Salah satunya Anto (40), sopir mobil box bersama 40 sopir lainnya disewa untuk membawa makanan catering para atlet, official, panitia dan makanan para pejabat selama penyelenggaraan PON.

"Kami dan mobil teman - teman kami dibawa ke Papua karena dijanjikan bayaran sesuai MOU dengan vendor, tapi nyatanya sampai saat ini belum dibayar juga," ketusnya.

Menurut dia, selama biaya hidup di Papua Anto meminjam uang ke pada tetangganya dan berharap selesai dari PON Papua bisa membayarnya, namun pinjaman ke tetangganya belum dibayar juga karena uang pelunasan dari panitia PON belum dibayar.

Baca juga: Tak Kunjung Dibayar, Massa Demo Tuntut Ganti Rugi Lahan Jalan Alternatif Penunjang PON XX Papua

Anto dan 40 sopir lainnya merupakan sopir jasa angkutan harian yang sehari- harinya mangkal di Pasar Pagi Jakarta Barat.

Sementara itu, perwakilan dari 24 Vendor, Boby menjelaskan, panitia PON dalam hal ini Gubernur Papua dan Menteri Pemuda dan Olahraga sampai saat ini baru membayarkan kewajibannya sebesar 20 persen dan 80 persen belum dibayarkan.

Boby mengakui PB PON pernah berjanji akan melunasi sisa pembayaran paling lambat bulan Desember 2021 lalu namun tidak ada realisasinya sampai sekarang. “Sudah enam bulan kami menunggu namun sampai saat ini sisa pembayaran sebesar 50 miliar belum di terima," katanya.

Boby mengaku dari 24 vendor dari bidang konsumsi merupakan masyarakat biasa yang dipekerjaan selama PON. " Ada sopir, penjual sembako yang barang dagangan dibeli dan belum di bayar, penjual buah, pegawai catering dan lainnya semuanya berharap agar pemerintah segera membayarnya, agar mereka bisa ikut lebaran" singkatnya.

Baca juga: Ruko Pedagang Bensin Ditabrak Mobil dan Terbakar, 7 Orang Tewas Terpanggang

Ketua Harian PB PON XX Papua Yunus Wonda saat dikonfirmasi menjelaskan, kegiatan konsumsi berada di tangan pemerintah pusat dan mempersilakan menanyakannya ke Kemenpora.

Sedangkan Sesmenpora Jonni Madrizal mengakui, pihaknya terus mendorong pihak BPKP percepatan review LPJ PON papua.

Sementara itu, Humas BPKP Ristiandi Wijarnarko mengakui pihaknya sudah menyelesaikan review LPJ PON XX Papua dan hasilnya berdasarkan surat No. SP-91/D2/01/2022 sudah di laporkan ke Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Keuangan dengan tembusan ke Kemenpora.

Di tempat terpisah, Humas DJA Kemenkeu Tamzis menjelaskan, meski pihaknya sudah menerima hasil review LPJ PON dari BPKP tidak semata - mata anggaran bisa dicairkan karena pihaknya masih menunggu surat selanjutnya dari kemenpora agar pencarian bisa dilakukan.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Akses Digital...
Perkuat Akses Digital di Papua Pegunungan, Community Gateway Diresmikan
Amuk Massa di Stadion...
Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Jayapura, Ini Pemicunya
WPFD 2026 di Jayapura,...
WPFD 2026 di Jayapura, Komite Publisher Rights dan Komunitas Pers Hasilkan Deklarasi Jayapura
3 Tersangka KKB Yahukimo...
3 Tersangka KKB Yahukimo Dipindahkan ke Jayapura dengan Pengawalan Ketat
Tinjau Mahasiswa Pascabencana...
Tinjau Mahasiswa Pascabencana Aceh, Billy Mambrasar: Pemprov di Papua Harus Beri Perhatian
Kampung Berseri Sukses...
Kampung Berseri Sukses Berdayakan Masyarakat Enggros di Papua
Taklimat Presiden, Semangat...
Taklimat Presiden, Semangat Sumpah Pemuda Energi Baru Prestasi Olahraga Indonesia di Tengah Konflik Global
Menpora Apresiasi Youth...
Menpora Apresiasi Youth Football Tournament Bali 7s 2026 Jadi Ajang Pembinaan Bakat dan Pengembangan Sport Tourism
Menpora Erick Thohir...
Menpora Erick Thohir Dorong Peran Perempuan dan Pemimpin Muda di Kemenpora
Rekomendasi
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
Berita Terkini
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved