Komisi C DPRD Ungkap Fasilitas Terminal dan Pelabuhan Kendal Tak Terawat
Jum'at, 19 Juni 2020 - 07:48 WIB
loading...
A
A
A
Fasilitas publik yang kondisinya tidak terawat juga ditemukan di terminal Boja. Dari sidak komisi C ditemukan sejumlah fasilitas di kantor terminal sudah tidak layak dan sebagian rusak. Selain itu, keberadaan terminal yang diharapkan bisa menambah pemasukan daerah pun belum dimaksimalkan.
Muhammad Zaenudin, wakil ketua Komisi C, mengatakan sarana dan prasarana di pelabuhan Kendal dan terminal Boja yang tidak terawat, perlu segera dilakukan perbaikan. Pihaknya mengaku telah meminta Dinas Perhubungan selaku pengelola untuk segera mengambil langkah-langkah konkrit. Menurutnya sarana dan prasarana yang rusak itu juga membahayakan pengguna jasa.
Terkait terminal Boja, kata Zaenudin, diperlukan perbaikan fasilitas dan penataan serta pembinaan secara kontinyu kepada para penyedia jasa angkutan. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kenyamanan para pengguna jasa. Selain itu, diperlukan penyesuaian tarif retribusi angkutan dan sewa kios di terminal. Penyesuaian ini bisa dilakukan setelah pandemi Covid-19.
“Kami menyayangkan di kedua tempat tersebut (pelabuhan dan terminal, red) masih di temukan minimnya sarana prasarana dan informasi serta edukasi pada publik terkait pencegahan penyebaran covid 19. Baik sarana cuci tangan, pamflet dan himbauan-himbauan SOP New Normal,” imbuhnya.
Sidak komisi C DPRD Kendal yang diikuti oleh pimpinan komisi dan anggota dilakukan untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah. Dinas Perhubungan selaku mitra OPD komisi C turut mendampingi kegiatan sidak di pelabuhan, jembatan timbang dan terminal Boja.
Muhammad Zaenudin, wakil ketua Komisi C, mengatakan sarana dan prasarana di pelabuhan Kendal dan terminal Boja yang tidak terawat, perlu segera dilakukan perbaikan. Pihaknya mengaku telah meminta Dinas Perhubungan selaku pengelola untuk segera mengambil langkah-langkah konkrit. Menurutnya sarana dan prasarana yang rusak itu juga membahayakan pengguna jasa.
Terkait terminal Boja, kata Zaenudin, diperlukan perbaikan fasilitas dan penataan serta pembinaan secara kontinyu kepada para penyedia jasa angkutan. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kenyamanan para pengguna jasa. Selain itu, diperlukan penyesuaian tarif retribusi angkutan dan sewa kios di terminal. Penyesuaian ini bisa dilakukan setelah pandemi Covid-19.
“Kami menyayangkan di kedua tempat tersebut (pelabuhan dan terminal, red) masih di temukan minimnya sarana prasarana dan informasi serta edukasi pada publik terkait pencegahan penyebaran covid 19. Baik sarana cuci tangan, pamflet dan himbauan-himbauan SOP New Normal,” imbuhnya.
Sidak komisi C DPRD Kendal yang diikuti oleh pimpinan komisi dan anggota dilakukan untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah. Dinas Perhubungan selaku mitra OPD komisi C turut mendampingi kegiatan sidak di pelabuhan, jembatan timbang dan terminal Boja.
(don)
Lihat Juga :