Pemprov Jabar Borong Ventilator Buatan PT DI dan Pindad
Jum'at, 24 April 2020 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Operasional PT DI M Ridlo Akbar menjelaskan bahwa PT DI meman ditugaskan Kementerian Kesehatan memproduksi alat kesehatan, khususnya ventilator. Saat ini, pihaknya tengah fokus menyiapkan fasilitas lini produksi lalu melakukan reverse engineering untuk komponen yang tidak tersedia di dalam negeri.
Dengan begitu, ketika izin produksi ventilator ini terbit untuk proses industrialnya, diharapkan PT DI akan langsung mengejar target produksi 500 unit per minggu. Pada tahap awal, ventilator buatan PT DI akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Bandung.
"Kalau dari schedule awal itu targetnya di minggu pertama Mei karena sekarang kita masuk uji klinis setelah itu kita mulai produksinya," terang Ridlo. (Baca : Ilmuwan Amerika Sebut Sinar Matahari Bunuh Virus Corona degan Cepat)
Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menyatakan sanggup memproduksi ventilator sebanyak 40 unit per hari. Purwarupa ventilator bagi pasien yang sulit bernapas ini telah sukses uji coba di RSU Pindad.Kini ventilator tersebut menunggu sertifikat dari BPFK.
Saat ini, PT Pindad juga sedang menyiapkan lebih banyak material ventilator untuk mengantisipasi pembelian dari Kementerian Pertahanan RI sebanyak 1.000 unit.
Dengan begitu, ketika izin produksi ventilator ini terbit untuk proses industrialnya, diharapkan PT DI akan langsung mengejar target produksi 500 unit per minggu. Pada tahap awal, ventilator buatan PT DI akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Bandung.
"Kalau dari schedule awal itu targetnya di minggu pertama Mei karena sekarang kita masuk uji klinis setelah itu kita mulai produksinya," terang Ridlo. (Baca : Ilmuwan Amerika Sebut Sinar Matahari Bunuh Virus Corona degan Cepat)
Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menyatakan sanggup memproduksi ventilator sebanyak 40 unit per hari. Purwarupa ventilator bagi pasien yang sulit bernapas ini telah sukses uji coba di RSU Pindad.Kini ventilator tersebut menunggu sertifikat dari BPFK.
Saat ini, PT Pindad juga sedang menyiapkan lebih banyak material ventilator untuk mengantisipasi pembelian dari Kementerian Pertahanan RI sebanyak 1.000 unit.
(muh)
Lihat Juga :