Petani Sawit Swadaya Paling Merasakan Dampak Pandemi Covid-19

Kamis, 18 Juni 2020 - 23:59 WIB
loading...
Petani Sawit Swadaya...
Pandemi Covid-19 telah mengancam kehidupan para petani kelapa sawit independen atau swadaya di Indonesia karena makin rendahnya harga tandan buah segar (TBS). Foto ist
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah mengancam kehidupan para petani kelapa sawit independen atau swadaya di Indonesia karena makin rendahnya harga tandan buah segar (TBS) dan langkanya pupuk. Beda dengan para petani bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang mendapatkan berbagai kemudahan, petani swadaya paling merasakan ketika diberlakukan penerapan sosial berskala besar (PSBB).

Hal ini terungkap dalam acara virtual berjudul, “Dampak COVID-19 pada petani bersertifikat RSPO,” yang dilaksanakan pada Kamis (18/6/2020). Acara yang dipandu oleh RSPO dan CNN Indonesia ini menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Guntur Cahyo Prabowo (Manajer Smallholders Program Indonesia RSPO), Rukaiyah Rafik (Penasihat Senior Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia), Mansuetus Darto (Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit), dan Perwakilan petani dari Sumatera Utara, Jambi, Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah juga hadir.

Penasihat Senior Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi), Rukaiyah Rafik mengungkapkan, selain harga TBS rendah, petani merasakan kesulitan karena baik pabrik kelapa sawit dan kegiatan manufaktur berjalan lamban karena pembatasan sosial skala besar. Di sisi lain, harga pupuk tetap tinggi dan langka. (Baca: Warga Nenas Siam Terdampak Banjir Haru Dikunjungi Polres Batu Bara)

“Karena banyak petani swadaya tidak memiliki sarana untuk mengangkut TBS mereka ke pabrik, mereka bergantung pada “perantara” atau bisnis perantara untuk menyediakan layanan ini, tetapi pembatasan dalam kegiatan dan pergerakan karena COVID-19 telah berdampak pada mereka dan sumber mata pencaharian utama karena mereka tidak dapat menjual atau mengangkut TBS mereka ke pembeli. Pandemi juga mempengaruhi stok pupuk dan input untuk perkebunan petani serta harga makanan,” katanya.

Untuk petani bersertifikat RSPO, menurut Rukaiyah, masih beruntung karena memiliki lembaga dan jaringan yang kuat untuk mendukung mereka, serta standar akuntabilitas. "Petani bersertifikat RSPO juga memiliki beragam bisnis atau tanaman selama pandemi, yang selanjutnya mendukung mata pencaharian mereka," tambahnya.

Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto menjelaskan, pada satu titik selama pandemi, harga TBS turun di bawah Rp 1.000 per kilogram di tingkat petani swadaya. Sementara itu, harga TBS untuk petani plasma (petani yang bermitra dengan perusahaan penghasil kelapa sawit) tercatat antara Rp 1.200 per kg dan Rp 1.300 per kg.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Apkarindo Sumsel dan...
Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare
GAPKI Ajak Generasi...
GAPKI Ajak Generasi Muda Pasangkayu Jadi Sobat Sawit Peduli Lingkungan
Tritura Petani Tembakau...
Tritura Petani Tembakau Madura: Negara Harus Mendapatkan Manfaat
Pembatasan Nikotin dan...
Pembatasan Nikotin dan Tar Ancam Nasib Petani Tembakau serta Cengkih Temanggung
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Rekomendasi
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved