Dr Oen, Dokter Pejuang Kemerdekaan, Penolong Wong Cilik hingga Jenderal Sudirman
Jum'at, 15 April 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Nah, karena Dr Oen ingin menjadi seorang dokter, sejak lulus sekolah menengah, Oen antusias mempelajari ilmu kedokteran. Di usia 16 tahun, Oen muda dipanggil ayahnya dan diajak bicara. Ayahnya yang pengusaha tembakau kaya raya mengajak Oen muda keliling kota Solo. Dengan mengendarai mobil, sang ayah merayu Oen untuk meneruskan bisnis tembakau.
Oen muda diajak ke gudang tembakau, ke Kantor ayahnya untuk menunjukkan aktivitas administrasi keuangan. Hingga sang ayah berkata kepada Oen. "Kamu orang yang teliti tentunya kamu bisa menjadi menjadi seorang 'financier' yang hebat dan pengusaha yang baik".
Apa jawab Oen? Dengan tenang, Oen menjawab: "Aku ingin melayani orang lain, membuat orang lain yang susah jadi sehat, aku ingin seluruh hidupku menjadi penolong"
Namun, sang ayah bersikeras meminta Oen menjadi pengusaha seperti dirinya. Keteguhan hati Oen bergeming. Oen menolak permintaan ayahnya. Setelah melalui perjalanan panjang, sang ayah akhirnya mengizinkan Oen melanjutkan sekolah di Kedokteran STOVIA.
STOVIA dikenal sebuah sekolah dokter yang terkenal selama pergerakan kemerdekaan. Pada tahun 1932, Oen Boen Ing lulus menjadi Sarjana Kedokteran. Sejak itu, Oen mulai tahun itu ia kerap disapa Dokter Oen.
Pada masa perang kemerdekaan pecah, jiwa kemanusiaan Dr Oen terpanggil membantu para pejuang. Pada masa Serangan Umum Solo tahun 1949, saat pasukan Slamet Riyadi berjibaku melawan tentara NICA, Dr Oen tidak peduli dengan desingan peluru Belanda yang berseliweran.
Dr Oen dengan berani memasuki wilayah Republik Indonesia dan menolong pasukan-pasukan yang terluka. Dr Oen sering berlari sendirian memasuki rumah-rumah yang dijadikan tempat pasukan yang terluka dengan membawa obat bedah.
Kenangan banyak tentara pejuang utamanya prajurit Tentara Pelajar tentang Dokter Oen menjadi penghargaan sendiri. Dr Oen dengan gagah berani menantang Belanda yang melarang dokter masuk ke wilayah Republik.
Pengabdian dokter Oen jauh dari sekadar mengobati pasien miskin. Sang dokter juga menyelundupkan penisilin untuk Jenderal Sudirman yang tengah bergerilya melawan Belanda. Saat itu susah sekali mendapatkan obat tersebut. Dr Oen pula yang membantu mengobati para pejuang saat perang kemerdekaan.
Oen muda diajak ke gudang tembakau, ke Kantor ayahnya untuk menunjukkan aktivitas administrasi keuangan. Hingga sang ayah berkata kepada Oen. "Kamu orang yang teliti tentunya kamu bisa menjadi menjadi seorang 'financier' yang hebat dan pengusaha yang baik".
Apa jawab Oen? Dengan tenang, Oen menjawab: "Aku ingin melayani orang lain, membuat orang lain yang susah jadi sehat, aku ingin seluruh hidupku menjadi penolong"
Namun, sang ayah bersikeras meminta Oen menjadi pengusaha seperti dirinya. Keteguhan hati Oen bergeming. Oen menolak permintaan ayahnya. Setelah melalui perjalanan panjang, sang ayah akhirnya mengizinkan Oen melanjutkan sekolah di Kedokteran STOVIA.
STOVIA dikenal sebuah sekolah dokter yang terkenal selama pergerakan kemerdekaan. Pada tahun 1932, Oen Boen Ing lulus menjadi Sarjana Kedokteran. Sejak itu, Oen mulai tahun itu ia kerap disapa Dokter Oen.
Pada masa perang kemerdekaan pecah, jiwa kemanusiaan Dr Oen terpanggil membantu para pejuang. Pada masa Serangan Umum Solo tahun 1949, saat pasukan Slamet Riyadi berjibaku melawan tentara NICA, Dr Oen tidak peduli dengan desingan peluru Belanda yang berseliweran.
Dr Oen dengan berani memasuki wilayah Republik Indonesia dan menolong pasukan-pasukan yang terluka. Dr Oen sering berlari sendirian memasuki rumah-rumah yang dijadikan tempat pasukan yang terluka dengan membawa obat bedah.
Kenangan banyak tentara pejuang utamanya prajurit Tentara Pelajar tentang Dokter Oen menjadi penghargaan sendiri. Dr Oen dengan gagah berani menantang Belanda yang melarang dokter masuk ke wilayah Republik.
Pengabdian dokter Oen jauh dari sekadar mengobati pasien miskin. Sang dokter juga menyelundupkan penisilin untuk Jenderal Sudirman yang tengah bergerilya melawan Belanda. Saat itu susah sekali mendapatkan obat tersebut. Dr Oen pula yang membantu mengobati para pejuang saat perang kemerdekaan.
Lihat Juga :