Kasus Polisi Pukul Mahasiswa di Enrekang Berakhir Damai

Kamis, 14 April 2022 - 18:18 WIB
loading...
Kasus Polisi Pukul Mahasiswa...
Momen korban dan pelaku pemukulan didamaikan di Mapolres Enrekang, Kamis (14/4/2022). Foto: SINDOnews/Aris Bafauzi
A A A
ENREKANG - Kasus pemukulan yang melibatkan oknum polisi dan seorang mahasiswa di Kabupaten Enrekang berakhir damai. Baik korban dan pelaku meneken pernyataan damai di atas kertas bermaterai 10.000, Kamis (14/4/2022).

Pelaku pemukulan adalah Anugrah Nobel Putra. Sementara korbannya, Muhammad Rais Rajab, merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unimen) Enrekang.

Baca juga: Aksi 11 April di Enrekang Ricuh, Oknum Polisi Tonjok Mahasiswa

Pernyataan damai keduanya diteken di Mapolres Enrekang , disaksikan Kapolres, AKBP Arief Doddy Suryawan.

Kendati sudah ada pernyataan damai, Kapolres menegaskan bahwa kasus pemukulan yang dilakukan anggotanya tetap diproses secara internal.

"Meski sudah berdamai, mekanisme penanganan internal terhadap anak buahnya tetap dilakukan. Anggota yang terlibat pemukulan tetap menjalani proses disiplin sebagaimana yang berlaku di dalam institusi kepolisian," tegas Kapolres .

Sekadar diketahui, insiden pemukulan ini terjadi di tengah demonstrasi yang dilakukan Aliansi Pemuda Mahasiswa (APM) Enrekang pada Senin 11 April 2022.

Pemukulan itu bermula saat ratusan demonstran hendak membakar ban bekas. Upaya tersebut dihalau oleh aparat kepolisian, sehingga terjadi aksi saling dorong hingga terjadi aksi pemukulan yang dilakukan oknum polisi.

Baca juga:Demo 11 April, Mahasiswa Mulai Kepung Kantor Wali Kota dan DPRD Palopo

Atas kejadian tersebut, Kapolres Enrekang mewakili seluruh anggotanya berharap, ke depannya kedamaian dan keamanan selalu tercipta.

"Sesuai juga imbauan Kapolri, menekankan kepada seluruh personel yang melaksanakan pengamanan unjuk rasa agar tetap mengutamakan sikap humanis, Persaudaraan terhadap saudara-saudara yang melaksanakan penyampaian pendapat di muka umum," pungkas Kapolres .

Kendati demikian, keputusan damai yang dilakukan korban disesalkan perwakilan Aliansi Pemuda Mahasiswa (APM) Enrekang, Muhammad Izwan. Ia mengaku, korban yang juga merupakan Ketua BEM sama sekali tidak menghargai Aliansi yang bertanggung jawab atas aksi 11 April. Apalagi upaya damai sama sekali tidak melibatkan Aliansi.

"Mereka ke Polres berdamai dengan oknum pelaku pemukulan, tanpa sama sekali menyampaikan atau melibatkan kami di Aliansi. Bukannya kita sama-sama bergerak saat unjuk rasa, namun apa yang dilakukan ketua BEM tidak menghargai kami," kata Izwan menyesalkan.

Namun Izwan tetap mengapresiasi perdamaian antara pelaku pemukulan dan korban.

Baca juga:Bubarkan Balap Liar, Polisi Amankan Puluhan Motor di Jembatan Penja Enrekang

Izwan sendiri bersama Aliansi menuntut oknum polisi yang kerap lakukan tindakan reprensif ke pengunjuk rasa ditindak. Pihaknya juga meminta Kapolri untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Enekang atas kejadian ini.

"Yang didamaikan yang viral saja di media sosial. Padahal ada banyak mahasiswa yang luka, di antaranya ada yang alami lebam di wajah," kata dia.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
3.067 Personel Polri...
3.067 Personel Polri Dikerahkan Amankan Demo di Jakpus Hari Ini
Bro Ron Rangkul Pemukulnya:...
Bro Ron Rangkul Pemukulnya: Ada Miskomunikasi
Peneliti BRIN Sebut...
Peneliti BRIN Sebut Tingkat Kepercayaan terhadap Kepolisian Tergantung Budaya Masyarakat
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Terima Ancaman Bom, Berikut Daftarnya
Polisi Tangkap 2 Debt...
Polisi Tangkap 2 Debt Collector yang Diduga Pukul hingga Rampas STNK Warga di Depok
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU Polri Jadi UU
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Rekomendasi
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berita Terkini
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved