Aksi 11 April di Enrekang Ricuh, Oknum Polisi Tonjok Mahasiswa
Senin, 11 April 2022 - 18:59 WIB
loading...
Aksi unjuk rasa oleh gabungan mahasiswa di Enrekang diwarnai kericuhan, dimana oknum polisi terekam kamera menonjok seorang mahasiswa. Foto/SINDOnews/Aris Bafauzi
A
A
A
ENREKANG - Aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Pemuda Mahasiswa (APM) Enrekang diwarnai kericuhan , Senin (11/4/2022). Oknum polisi bahkan terekam kamera menonjok seorang mahasiswa yang menjadi peserta aksi.
Insiden itu bermula saat ratusan pengunjuk rasa hendak membakar ban bekas. Upaya tersebut dihalau oleh aparat kepolisian, sehingga terjadi aksi saling dorong hingga terjadi aksi pemukulan yang dilakukan oknum polisi.
Baca Juga: Demo 11 April, Mahasiswa Mulai Kepung Kantor Wali Kota dan DPRD Palopo
Kabag Ops Polres Enrekang, Antonius Tutleta, menyampaikan pihaknya memang berupaya menghalau massa mahasiswa yang hendak membakar ban bekas. Musababnya, aksi tersebut mengganggu pengguna jalan.
"Ini jalan poros, bakar banyak begitu (ban bekas) bisa ganggu pengguna jalan lainnya. Apalagi lokasi aksi dekat pemukiman warga. Makanya kita cegat," ujar Antonius.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa peserta aksi 11 April mendesak kepolisian bertindak profesional, dengan menindak oknum anggotanya yang melakukan pemukulan.
"Kalian cuma tugasnya mengawal, bukan melakukan aksi pemukulan pada mahasiswa yang telah memperjuangan rakyat," sesal Misbah.
Insiden itu bermula saat ratusan pengunjuk rasa hendak membakar ban bekas. Upaya tersebut dihalau oleh aparat kepolisian, sehingga terjadi aksi saling dorong hingga terjadi aksi pemukulan yang dilakukan oknum polisi.
Baca Juga: Demo 11 April, Mahasiswa Mulai Kepung Kantor Wali Kota dan DPRD Palopo
Kabag Ops Polres Enrekang, Antonius Tutleta, menyampaikan pihaknya memang berupaya menghalau massa mahasiswa yang hendak membakar ban bekas. Musababnya, aksi tersebut mengganggu pengguna jalan.
"Ini jalan poros, bakar banyak begitu (ban bekas) bisa ganggu pengguna jalan lainnya. Apalagi lokasi aksi dekat pemukiman warga. Makanya kita cegat," ujar Antonius.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa peserta aksi 11 April mendesak kepolisian bertindak profesional, dengan menindak oknum anggotanya yang melakukan pemukulan.
"Kalian cuma tugasnya mengawal, bukan melakukan aksi pemukulan pada mahasiswa yang telah memperjuangan rakyat," sesal Misbah.
Lihat Juga :