UMI Terima SK Pembukaan Prodi Teknik Lingkungan
Selasa, 05 April 2022 - 16:35 WIB
loading...
UMI menerima SK pembentukan Prodi Teknik Lingkungan dan SK Guru Besar, Selasa (5/4/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima surat keputusan pembukaan Program Studi baru Teknik Lingkungan Fakultas Teknik (FT) dan surat keputusan kenaikan jabatan akadmik guru besar, Prof Dr H Muh Suun SE M Si Ak.
Dua surat keputusan Kemendikbud-ristek terhadap UMI ini diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tingggi (Lldikti) Wilayah IX, Drs Andi Lukman di Audtorium Al Jibra Kampus II UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (5/4/2022).
Baca juga:Peringatan Milad UMI ke-68 Tahun akan Diisi Berbagai Kegiatan
Dalam sambutannya, Andi Lukman menyampaikan, capaian tertinggi jabatan akademik bagi dosen dari akademisi di UMI ini merupakan kebanggaan perguruan tinggi lingkup LLDikti IX.
“Ini profesor akuntansi yang ketiga di luar Jawa. Ini masih sangat jarang. Ini menjadi kewajiban kita untuk menjagannya. Karena ini bukan hanya kebanggaan UMI tapi juga perguruan tinggi lingkup LLDikti,” sebutnya.
Selain penyerahan SK prodi baru di FT dan SK Guru Besar Dosen FEB, acara ini juga dirangkaikan dengan Penandatanganan MoU/SPK Hibah SIAKAD Educafe Perguruan Tinggi Swasta APTISI Wilayah IX-A Sulawesi.
Baca juga:Mahasiswa Antusias Ikut Pencerahan Qalbu UMI yang Digelar Virtual
Penandatanganan nota kerja sama ini dilakukan antara pimpinan perguruan tinggi lingkup APTISI Wilayah IX-A dengan Ketua APTISI Pusat Dr Ir HM Budi Djatmiko.
Dalam sambutannya, Budi Djatmiko menjelaskan banyak hal terkait dampak positif dari hadirnya kesepatakan antar sesama lembaga pendidikan, antara perguruan tinggi dan industri dan masih banyak lagi.
“Jadi skor bekerja sama dengan perusahaan internasional itu cukup tinggi dalam akreditasi. Apalagi yang kerja samanya itu berbentuk SPK. Artinya lebih dari sekadar MoU,” beber Budi Djatmiko.
Baca juga:Tim Bioetika FK UMI Presentasi di World Conference Bioethics Portugal
Sementara itu, Rektor UMI , Prof Basri Modding yang hadir juga sebagai Ketua APTISI IX-A menjelaskan, sistem digitalisasi yang dihibahkan oleh APTISI harus disupport oleh perguruan tinggi.
“Dengan sistem ini akan ada percepatan-percepatan pembelajaran, sistem akademik, administrasi dan lain-lain. Apalagi wacana saat ini adalah metaverse. Sehingga kita wajib mempersiapkan itu semua untuk menuju ke sana,” sebutnya.
Dua surat keputusan Kemendikbud-ristek terhadap UMI ini diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tingggi (Lldikti) Wilayah IX, Drs Andi Lukman di Audtorium Al Jibra Kampus II UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (5/4/2022).
Baca juga:Peringatan Milad UMI ke-68 Tahun akan Diisi Berbagai Kegiatan
Dalam sambutannya, Andi Lukman menyampaikan, capaian tertinggi jabatan akademik bagi dosen dari akademisi di UMI ini merupakan kebanggaan perguruan tinggi lingkup LLDikti IX.
“Ini profesor akuntansi yang ketiga di luar Jawa. Ini masih sangat jarang. Ini menjadi kewajiban kita untuk menjagannya. Karena ini bukan hanya kebanggaan UMI tapi juga perguruan tinggi lingkup LLDikti,” sebutnya.
Selain penyerahan SK prodi baru di FT dan SK Guru Besar Dosen FEB, acara ini juga dirangkaikan dengan Penandatanganan MoU/SPK Hibah SIAKAD Educafe Perguruan Tinggi Swasta APTISI Wilayah IX-A Sulawesi.
Baca juga:Mahasiswa Antusias Ikut Pencerahan Qalbu UMI yang Digelar Virtual
Penandatanganan nota kerja sama ini dilakukan antara pimpinan perguruan tinggi lingkup APTISI Wilayah IX-A dengan Ketua APTISI Pusat Dr Ir HM Budi Djatmiko.
Dalam sambutannya, Budi Djatmiko menjelaskan banyak hal terkait dampak positif dari hadirnya kesepatakan antar sesama lembaga pendidikan, antara perguruan tinggi dan industri dan masih banyak lagi.
“Jadi skor bekerja sama dengan perusahaan internasional itu cukup tinggi dalam akreditasi. Apalagi yang kerja samanya itu berbentuk SPK. Artinya lebih dari sekadar MoU,” beber Budi Djatmiko.
Baca juga:Tim Bioetika FK UMI Presentasi di World Conference Bioethics Portugal
Sementara itu, Rektor UMI , Prof Basri Modding yang hadir juga sebagai Ketua APTISI IX-A menjelaskan, sistem digitalisasi yang dihibahkan oleh APTISI harus disupport oleh perguruan tinggi.
“Dengan sistem ini akan ada percepatan-percepatan pembelajaran, sistem akademik, administrasi dan lain-lain. Apalagi wacana saat ini adalah metaverse. Sehingga kita wajib mempersiapkan itu semua untuk menuju ke sana,” sebutnya.
(luq)
Lihat Juga :