Cerita Kampung Cilempung di Karawang, dari Kampung Santri Menjadi Kampung Begal
Selasa, 05 April 2022 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Ismail mengatakan, untuk memperbaiki semua citra buruk itu, dia bersama pemuka agama di kampungnya, kian sering menggalakkan kegiatan agama. Paling utama mengajak generasi muda untuk ikut andil dalam setiap pengajian di majelis taklim yang ada di Dusun Ceah ini.
“Ingat, sekurus-kurusnya ikan, pasti ada dagingnya. Sejelek apa pun Desa Pasirjaya, pasti ada sisi baiknya,” ucapnya.
Menurut Ismail, yang juga pengurus Majelis Sobiqul Khoerot itu mengungkapkan, mengembalikan desanya menjadi kampung santri sudah berjalan 5 tahun kebelakang. Bersama tokoh agama lainnya, dia menggelar pengajian rutin. Tujuan mengembalikan marwah dan nama baik Desa Pasirjaya.
Baca: Polres Karawang Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi PDAM
Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya Marno Sumarno mengaku, gebrakan demi gebrakan yang terus digalakan oleh para ulama desa, mulai terasa hasilnya. Masjid-masjid yang mulanya sepi, kini sudah padat jamaah salat wajibnya.
Remaja yang kerap berkeliaran di waktu malam, kini sudah disibukkan dengan kegiatan pengajian di majelis-majelis yang ada di sana.
“Harapan kami, warga Desa Pasirjaya terus semangat, untuk mengembalikan citra baik desa kita. Mudah-mudahan, dengan kekuatan persatuan dan kesatuan, para mubaligh, para dai, dan tokoh masyarakat. Nama baik Desa Pasirjaya kembali seperti sedia kala,” katanya.
“Ingat, sekurus-kurusnya ikan, pasti ada dagingnya. Sejelek apa pun Desa Pasirjaya, pasti ada sisi baiknya,” ucapnya.
Menurut Ismail, yang juga pengurus Majelis Sobiqul Khoerot itu mengungkapkan, mengembalikan desanya menjadi kampung santri sudah berjalan 5 tahun kebelakang. Bersama tokoh agama lainnya, dia menggelar pengajian rutin. Tujuan mengembalikan marwah dan nama baik Desa Pasirjaya.
Baca: Polres Karawang Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi PDAM
Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya Marno Sumarno mengaku, gebrakan demi gebrakan yang terus digalakan oleh para ulama desa, mulai terasa hasilnya. Masjid-masjid yang mulanya sepi, kini sudah padat jamaah salat wajibnya.
Remaja yang kerap berkeliaran di waktu malam, kini sudah disibukkan dengan kegiatan pengajian di majelis-majelis yang ada di sana.
“Harapan kami, warga Desa Pasirjaya terus semangat, untuk mengembalikan citra baik desa kita. Mudah-mudahan, dengan kekuatan persatuan dan kesatuan, para mubaligh, para dai, dan tokoh masyarakat. Nama baik Desa Pasirjaya kembali seperti sedia kala,” katanya.
(hsk)
Lihat Juga :