Ramadhan Tiba, 4 Destinasi Wisata Religi di Jabar Ini Cocok untuk Syiar Islam
Sabtu, 02 April 2022 - 10:43 WIB
loading...
Masjid Raya Bandung menjadi salah satu destinasi wisata religi yang nyaman dikunjungi selama Ramadhan.Foto/Agung Bakti
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Minggu (3/4/2022) besok. Seiring masuknya bulan yang suci itu, masyarakat bisa mendalami syiar Islam sambil berwisata.
Di Jabar, terdapat sejumlah destinasi wisata religi yang bisa dikunjungi traveler untuk mengisi waktu libur di bulan suci Ramadan sekaligus mendekatkan diri dengan Sang Ilahi melalui syiar Islam. Berikut empat rekomendasi destinasi wisata religi di Tanah Priangan.
Baca juga: Jadwal Imsak Bandung, Sabtu 2 April 2022
![Ramadhan Tiba, 4 Destinasi Wisata Religi di Jabar Ini Cocok untuk Syiar Islam]()
1. Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid Agung Sang Cipta Rasa menjadi salah satu saksi bisu perjuangan Wali Sanga dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Mesjid Agung Sang Cipta Rasa terletak di sebelah barat Alun-alun Sangkalabuwana, Kota Cirebon.
Dilansir dari laman disbudpar.jabarprov.go.id, masjid ini dibangun pada tahun 1498 M oleh Wali Sanga atas prakarsa Sunan Gunung Jati pada tahun 1480.
Proses pembangunannya pun dipimpin oleh Sunan Kalijaga dengan arsitek Raden Sepat (dari Majapahit) bersama dengan 200 orang pembantunya (tukang) yang berasal dari Demak. Alhasil bangunan masjid ini cukup unik karena menyajikan akulturasi budaya dengan gaya bangunan Hindu.
Berdasarkan cerita rakyat, masjid ini dibangun dalam waktu satu malam, sehingga bisa digunakan untuk salat subuh keesokan harinya. Bila ditilik dari sisi lain, masjid yang menjadi destinasi wisata ikonik di Cirebon ini juga merupakan wujud rasa cinta Sunan Gunung Jati kepada istrinya, Nyi Mas Pakungwati.
Hal itulah yang membuat masjid ini pada awalnya dinamai Masjid Pakungwati. Namun, nama tersebut diganti pada tahun 1970 menjadi Masjid Sang Cipta Rasa yang berasal dari pengejawantahan kepercayaan dan rasa.
Saat ini, orisinalitas bangunan masjid tersebut masih dipertahankan. Tiang-toang penyangganya masih terbuat dari kayu. Bangunan masjid dibagi menjadi dua, yakni ruang utama dan serambi. Untuk masuk ke ruang utama, jemaah atau pengunjung harus menundukkan kepala. Sebab, pintu masuk ke ruang utama dibuat begitu kecil.
Salah satu kekhasan dari Masjid Sang Cipta Rasa ini adalah azan pitu atau azan yang dikumandangkan oleh tujuh muazin. Saat ini, hanya di waktu salat Jumat tradisi azan pitu dilakukan.
Di Jabar, terdapat sejumlah destinasi wisata religi yang bisa dikunjungi traveler untuk mengisi waktu libur di bulan suci Ramadan sekaligus mendekatkan diri dengan Sang Ilahi melalui syiar Islam. Berikut empat rekomendasi destinasi wisata religi di Tanah Priangan.
Baca juga: Jadwal Imsak Bandung, Sabtu 2 April 2022

1. Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid Agung Sang Cipta Rasa menjadi salah satu saksi bisu perjuangan Wali Sanga dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Mesjid Agung Sang Cipta Rasa terletak di sebelah barat Alun-alun Sangkalabuwana, Kota Cirebon.
Dilansir dari laman disbudpar.jabarprov.go.id, masjid ini dibangun pada tahun 1498 M oleh Wali Sanga atas prakarsa Sunan Gunung Jati pada tahun 1480.
Proses pembangunannya pun dipimpin oleh Sunan Kalijaga dengan arsitek Raden Sepat (dari Majapahit) bersama dengan 200 orang pembantunya (tukang) yang berasal dari Demak. Alhasil bangunan masjid ini cukup unik karena menyajikan akulturasi budaya dengan gaya bangunan Hindu.
Berdasarkan cerita rakyat, masjid ini dibangun dalam waktu satu malam, sehingga bisa digunakan untuk salat subuh keesokan harinya. Bila ditilik dari sisi lain, masjid yang menjadi destinasi wisata ikonik di Cirebon ini juga merupakan wujud rasa cinta Sunan Gunung Jati kepada istrinya, Nyi Mas Pakungwati.
Hal itulah yang membuat masjid ini pada awalnya dinamai Masjid Pakungwati. Namun, nama tersebut diganti pada tahun 1970 menjadi Masjid Sang Cipta Rasa yang berasal dari pengejawantahan kepercayaan dan rasa.
Saat ini, orisinalitas bangunan masjid tersebut masih dipertahankan. Tiang-toang penyangganya masih terbuat dari kayu. Bangunan masjid dibagi menjadi dua, yakni ruang utama dan serambi. Untuk masuk ke ruang utama, jemaah atau pengunjung harus menundukkan kepala. Sebab, pintu masuk ke ruang utama dibuat begitu kecil.
Salah satu kekhasan dari Masjid Sang Cipta Rasa ini adalah azan pitu atau azan yang dikumandangkan oleh tujuh muazin. Saat ini, hanya di waktu salat Jumat tradisi azan pitu dilakukan.
Lihat Juga :