Sunan Panggung, Sufi Tanah Jawa yang Dihukum Mati karena Dianggap Sesat
Jum'at, 01 April 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Nestapa Lembu Sora Mati sebagai Pemberontak Kerajaan Majapahit
Meski dibinasakan, ajaran-ajaran para ulama sufi Jawa itu tetap hidup hingga saat ini. Bagi masyarakat Tegal, Sunan Panggung bahkan juga dianggap sebagai penguasa lokal dengan gelar Panembahan Panggung.
Namanya juga diabadikan menjadi Desa Panggung. Ajarannya juga telah menyebar di wilayah pesisir utara Jawa bagian barat. Wilayah Cirebon, Tegal dan sekitarnya bahkan menjadi medan pertempuran Islam putihan dan kejawen.
Dalam pertarungan itu, tidak selamanya Islam putihan menang. Islam kejawen mengalami masa jaya dengan ajaran manunggaling kawula Gusti pada masa Kerajaan Islam Pajang yang didirikan oleh Sultan Hadiwijaya.
Demikian ulasan singkat ini diakhiri, semoga memberikan manfaat kepada pembaca.
Sumber tulisan:
1. Ahmad Syafii Mufid, Tangklukan, Abangan, dan Tarekat, Kebangkitan Agama di Jawa, Yayasan Obor Indonesia, 2006.
2. Pusat Data Dan Analisa Tempo, Kisah Penting Masa Silam Gunung Lawu Bagi Peradaban Jawa, Tempo Publishing, Buku Elektronik.
3. Ayu Utami, Anatomi Rasa, Kepustakaan Populer Gramedia, Buku Elektronik.
4. Rojikin, Manunggaling Islam Jawa, Spektrum Multikulturalisme Islam Kontemporer, A-Empat, Buku Elektronik.
Meski dibinasakan, ajaran-ajaran para ulama sufi Jawa itu tetap hidup hingga saat ini. Bagi masyarakat Tegal, Sunan Panggung bahkan juga dianggap sebagai penguasa lokal dengan gelar Panembahan Panggung.
Namanya juga diabadikan menjadi Desa Panggung. Ajarannya juga telah menyebar di wilayah pesisir utara Jawa bagian barat. Wilayah Cirebon, Tegal dan sekitarnya bahkan menjadi medan pertempuran Islam putihan dan kejawen.
Dalam pertarungan itu, tidak selamanya Islam putihan menang. Islam kejawen mengalami masa jaya dengan ajaran manunggaling kawula Gusti pada masa Kerajaan Islam Pajang yang didirikan oleh Sultan Hadiwijaya.
Demikian ulasan singkat ini diakhiri, semoga memberikan manfaat kepada pembaca.
Sumber tulisan:
1. Ahmad Syafii Mufid, Tangklukan, Abangan, dan Tarekat, Kebangkitan Agama di Jawa, Yayasan Obor Indonesia, 2006.
2. Pusat Data Dan Analisa Tempo, Kisah Penting Masa Silam Gunung Lawu Bagi Peradaban Jawa, Tempo Publishing, Buku Elektronik.
3. Ayu Utami, Anatomi Rasa, Kepustakaan Populer Gramedia, Buku Elektronik.
4. Rojikin, Manunggaling Islam Jawa, Spektrum Multikulturalisme Islam Kontemporer, A-Empat, Buku Elektronik.
(hsk)
Lihat Juga :