Kisah Haru Dedi Mulyadi: Anak Miskin yang Bersekolah Tanpa Sepatu Itu Kini Rektor Bergelar Profesor
Rabu, 30 Maret 2022 - 17:53 WIB
loading...
A
A
A
Dedi sempat menahan isak tangis saat dikukuhkan sebagai guru besar. Menurut Dedi, dia tidak kuasa menyembunyikan perasaan haru atas capaiannya menjadi seorang profesor. Sebab, menjadi profesor merupakan mimpi sejak kecil yang akhirnya bisa terwujud.
Padahal dia sendiri mengaku tidak mungkin bisa mewujudkan mimpinya di tengah kehidupan orang tua yang miskin. "Sejak kecil hidup saya susah. Sekolah SD dari kelas 1 hingga kelas 6, saya ke sekolah tanpa alas kaki atau sepatu seperti yang lain. Karena saya nyeker sering dibully oleh siswa lain, tapi saya diam saja," katanya.
Baca juga: Tak Ada Toilet di Sekolah, Seorang Guru Tahan Buang Air
Dedi mengaku baru menggunakan alas kaki ke sekolah ketika memgambil ijazah kelas 6. Alas kaki berupa sendal jepit bekas dipakai ke sekolah. Namun itupun tidak luput dari bullyan teman-temannya. "Saat itu orang tua memang sangat susah, jadi saya tidak bisa seperti teman-teman lainnya," tutur dia.
Menurut Dedi, selama sekolah SD dia berjalan kaki dari rumah ke sekolah sejauh 5 km tanpa alas kaki. Telapak kakinya sudah terbiasa menginjak kerikil atau kepanasan. "Saya jalan dari Klari Kopel ke Pasir Panjang sekarang banyak perumahan dulu saya jalan kaki tanpa alas kaki dari kelas 1 sampai kelas 6," katanya.
Padahal dia sendiri mengaku tidak mungkin bisa mewujudkan mimpinya di tengah kehidupan orang tua yang miskin. "Sejak kecil hidup saya susah. Sekolah SD dari kelas 1 hingga kelas 6, saya ke sekolah tanpa alas kaki atau sepatu seperti yang lain. Karena saya nyeker sering dibully oleh siswa lain, tapi saya diam saja," katanya.
Baca juga: Tak Ada Toilet di Sekolah, Seorang Guru Tahan Buang Air
Dedi mengaku baru menggunakan alas kaki ke sekolah ketika memgambil ijazah kelas 6. Alas kaki berupa sendal jepit bekas dipakai ke sekolah. Namun itupun tidak luput dari bullyan teman-temannya. "Saat itu orang tua memang sangat susah, jadi saya tidak bisa seperti teman-teman lainnya," tutur dia.
Menurut Dedi, selama sekolah SD dia berjalan kaki dari rumah ke sekolah sejauh 5 km tanpa alas kaki. Telapak kakinya sudah terbiasa menginjak kerikil atau kepanasan. "Saya jalan dari Klari Kopel ke Pasir Panjang sekarang banyak perumahan dulu saya jalan kaki tanpa alas kaki dari kelas 1 sampai kelas 6," katanya.
Lihat Juga :