Tesis Ditolak 10 Kali, Pria 64 Tahun Ini Akhirnya Jadi Wisudawan Tertua di ITS
Minggu, 27 Maret 2022 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Beruntungnya, Indra memiliki minat membaca yang besar sehingga membantu dalam menyelesaikan masa studi. Selain itu, dukungan dari keluarga dan rekan kerja turut mengobarkan semangat Indra dalam menyusun tesis.
“Ditolak hampir sepuluh kali oleh dosen pembimbing. Tapi untungnya keluarga mendorong untuk terus maju,” katanya.
Selain dukungan keluarga, tekad kuat dari seorang Indra juga menjadi faktor penting keberhasilannya lulus dalam kurun waktu tiga semester.
Ia mengingatkan diri sendiri untuk merasa malu saat ingin menyerah dan menegaskan kembali bahwa apa yang sudah ia mulai juga harus ia selesaikan. Berkat perjuangannya, mantan Komisaris Utama PT Amarta Karya ini berhasil meraih IPK 3,92 dengan predikat cumlaude. Baca: Penampakan Evakuasi 2 Prajurit Marinir yang Gugur Ditembak KKB di Papua.
Untuk menyelesaikan studi magisternya, lelaki asli Surabaya ini mengangkat tesis berjudul Faktor-faktor yang Menyebabkan Kegagalan maupun Keberhasilan dari Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi di Indonesia.
Tesis ini dibuat karena rasa prihatin akan banyaknya kecelakaan kerja di proyek-proyek pembangunan infrastruktur. “Kecelakaan ini sangat merugikan, jadi harus ada perhatian dari seluruh pihak yang terkait,” ucapnya. Baca Juga: Cegah Kriminalitas, Polres Way Kanan Patroli di Jalinsum Bersenjata Lengkap.
Lelaki kelahiran 1958 ini berharap tesis yang ditulisnya dapat bermanfaat bagi manajemen keselamatan konstruksi di Indonesia. Ia juga berniat untuk mengajarkan ilmunya kepada junior dan rekan kerjanya yang berada di perusahaan konstruksi.
“Ditolak hampir sepuluh kali oleh dosen pembimbing. Tapi untungnya keluarga mendorong untuk terus maju,” katanya.
Selain dukungan keluarga, tekad kuat dari seorang Indra juga menjadi faktor penting keberhasilannya lulus dalam kurun waktu tiga semester.
Ia mengingatkan diri sendiri untuk merasa malu saat ingin menyerah dan menegaskan kembali bahwa apa yang sudah ia mulai juga harus ia selesaikan. Berkat perjuangannya, mantan Komisaris Utama PT Amarta Karya ini berhasil meraih IPK 3,92 dengan predikat cumlaude. Baca: Penampakan Evakuasi 2 Prajurit Marinir yang Gugur Ditembak KKB di Papua.
Untuk menyelesaikan studi magisternya, lelaki asli Surabaya ini mengangkat tesis berjudul Faktor-faktor yang Menyebabkan Kegagalan maupun Keberhasilan dari Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi di Indonesia.
Tesis ini dibuat karena rasa prihatin akan banyaknya kecelakaan kerja di proyek-proyek pembangunan infrastruktur. “Kecelakaan ini sangat merugikan, jadi harus ada perhatian dari seluruh pihak yang terkait,” ucapnya. Baca Juga: Cegah Kriminalitas, Polres Way Kanan Patroli di Jalinsum Bersenjata Lengkap.
Lelaki kelahiran 1958 ini berharap tesis yang ditulisnya dapat bermanfaat bagi manajemen keselamatan konstruksi di Indonesia. Ia juga berniat untuk mengajarkan ilmunya kepada junior dan rekan kerjanya yang berada di perusahaan konstruksi.
(nag)
Lihat Juga :