Tokoh Papua Sebut DOB Rahmat Tuhan yang Disebut dalam Alkitab
Sabtu, 26 Maret 2022 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Freddy, seluruh dinamika yang terjadi di Papua pun harus sejalan dengan upaya untuk mendatangkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Tuhan inginkan Papua menjadi maju dan umatnya sejahtera.
“Tuhan tentu tidak menginginkan bangsa ini tinggal dalam keterbelakangan, dan ini stigma yang sudah lama diderita oleh orang-orang di Tanah Papua. Dengan otonomi ini sekarang, kita balikkan stigma tersebut," bebernya.
Dijelaskan dia, Papua tidak boleh jadi bagian belakang, melainkan serambi atau bagian depan dari rumah Republik Indonesia. Papua berbatasan dengan Samudera Pasifik yang di seberangnya ada Amerika Serikat, Australia dan Jepang.
Baca: Ribuan Warga Paniai Demo Turun ke Jalan Tolak DOB di Papua
"Secara geografis, Papua harus menjadi etalase dari NKRI. Wajah Indonesia ini harus dapat dilihat dari Papua, dan saya bersyukur sekali bahwa semua suku bangsa ada di Papua,” ungkapnya.
Terakhir, dirinya mengingatkan seluruh umat Tuhan di Papua, utamanya yang masih berpikiran sempit, tidak terbuka dengan keberadaan kemajemukan, maka buka kembali Alkitab. Perdalam lagi apa yang disampaikan Tuhan.
"Tuhan tidak membedakan ciptaannya, suku ini suku itu, rambut kulit dan lain sebagainya, Tuhan itu memiliki sifat universal. Jadi kalau Tuhan demikian, mengapa kita ada skat-skat. Karena sejatinya, manusia diciptakan sama," tukasnya.
“Tuhan tentu tidak menginginkan bangsa ini tinggal dalam keterbelakangan, dan ini stigma yang sudah lama diderita oleh orang-orang di Tanah Papua. Dengan otonomi ini sekarang, kita balikkan stigma tersebut," bebernya.
Dijelaskan dia, Papua tidak boleh jadi bagian belakang, melainkan serambi atau bagian depan dari rumah Republik Indonesia. Papua berbatasan dengan Samudera Pasifik yang di seberangnya ada Amerika Serikat, Australia dan Jepang.
Baca: Ribuan Warga Paniai Demo Turun ke Jalan Tolak DOB di Papua
"Secara geografis, Papua harus menjadi etalase dari NKRI. Wajah Indonesia ini harus dapat dilihat dari Papua, dan saya bersyukur sekali bahwa semua suku bangsa ada di Papua,” ungkapnya.
Terakhir, dirinya mengingatkan seluruh umat Tuhan di Papua, utamanya yang masih berpikiran sempit, tidak terbuka dengan keberadaan kemajemukan, maka buka kembali Alkitab. Perdalam lagi apa yang disampaikan Tuhan.
"Tuhan tidak membedakan ciptaannya, suku ini suku itu, rambut kulit dan lain sebagainya, Tuhan itu memiliki sifat universal. Jadi kalau Tuhan demikian, mengapa kita ada skat-skat. Karena sejatinya, manusia diciptakan sama," tukasnya.
(hsk)
Lihat Juga :