Emak-Emak di Asahan Mengamuk Tak Kebagian Bantuan Covid-19 Rp600 Ribu
Rabu, 17 Juni 2020 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Nasib Edy dan Madi cerminan dari masyarakat Asahan yang tak menerima bantuan selama masa pandemi Covid-19 merebak. Sebagian masyarakat memilih melampiaskan kesal dan geram mereka dengan melakukan aksi unjuk rasa.
Catatan SINDOnews.com, sedikitnya ada 6 aksi unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah di Asahan terkait penyaluran bantuan. Yakni, di Kantor Desa Gedangan, Kecamatan Pulo Bandring, Senin (11/5/2020); dan di Kantor Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane, Rabu (13/5/2020).
Kemudian, di Kantor Camat Setia Janji, Rabu (13/5/2020); Kantor Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Senin (8/6/2020); dan di Kantor Desa Hesaa Air Genting Kecamatan Air Batu, Selasa (9/6/2020). Terakhir, di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Senin (15/6/2020).
Gelombang unjuk rasa yang terjadi, pada umumnya memprotes pendistribusian BST senilai Rp600 ribu dari Kemensos RI. Demonstran yang didominasi para kaum ibu itu merasa tidak puas karena pembagian dinilai tidak adil dan merata.
Seperti yang disampaikan salah seorang ibu rumahtangga, Novita Sari. Warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane ini menyurigai pemberian bantuan penuh unsur nepotisme. Dari data yang dimilikinya, para penerima bantuan memiliki kekerabatan erat dengan perangkat desa, bahkan tergolong mampu.
"Salimin, abangnya kades. Tuti Rahayu, kakak-nya kades. Dan ada juga yang saudaranya kadus (kepala dusun), dapat. Tapi kami tidak, " kata Novita saat unjuk rasa berlangsung di Kantor Desa Mekar Sari, pertengahan Mei yang lalu.
Namun, tudingan dan aksi massa warga berujung balas. Puluhan perangkat desa, seperti kepala desa, kepala dusun dan lainnya di berapa desa se-Kecamatan Buntu Pane menggelar aksi unjuk rasa, di Kantor Kecamatan Buntu Pane, Jumat (15/5/2020).
Catatan SINDOnews.com, sedikitnya ada 6 aksi unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah di Asahan terkait penyaluran bantuan. Yakni, di Kantor Desa Gedangan, Kecamatan Pulo Bandring, Senin (11/5/2020); dan di Kantor Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane, Rabu (13/5/2020).
Kemudian, di Kantor Camat Setia Janji, Rabu (13/5/2020); Kantor Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Senin (8/6/2020); dan di Kantor Desa Hesaa Air Genting Kecamatan Air Batu, Selasa (9/6/2020). Terakhir, di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Senin (15/6/2020).
Gelombang unjuk rasa yang terjadi, pada umumnya memprotes pendistribusian BST senilai Rp600 ribu dari Kemensos RI. Demonstran yang didominasi para kaum ibu itu merasa tidak puas karena pembagian dinilai tidak adil dan merata.
Seperti yang disampaikan salah seorang ibu rumahtangga, Novita Sari. Warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane ini menyurigai pemberian bantuan penuh unsur nepotisme. Dari data yang dimilikinya, para penerima bantuan memiliki kekerabatan erat dengan perangkat desa, bahkan tergolong mampu.
"Salimin, abangnya kades. Tuti Rahayu, kakak-nya kades. Dan ada juga yang saudaranya kadus (kepala dusun), dapat. Tapi kami tidak, " kata Novita saat unjuk rasa berlangsung di Kantor Desa Mekar Sari, pertengahan Mei yang lalu.
Namun, tudingan dan aksi massa warga berujung balas. Puluhan perangkat desa, seperti kepala desa, kepala dusun dan lainnya di berapa desa se-Kecamatan Buntu Pane menggelar aksi unjuk rasa, di Kantor Kecamatan Buntu Pane, Jumat (15/5/2020).
Lihat Juga :